Arif Zulkifli
-
Sosial
CSR dan ISO 26000
Saat ini pada tatanan internasional sedang disusun suatu pedoman tanggungjawab sosial, termasuk bagi implementasi CSR yang disebut ISO 26000. Dalam draft ISO 26000 terdapat tujuh aspek lingkup SR seperti disajikan pada Gambar 2 (ISO, 2007) berikut: Gambar 2. Lingkup CSR ISO 26000 Setiap aspek dari ketujuh aspek SR tersebut terdiri…
-
Sosial
Definisi Tanggungjawab Sosial atau Corporate Social Responsibility
Bank Dunia mendefinisikan Tanggungjawab Sosial sebagai Komitmen bisnis yang memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan, melalui kerja sama dengan para karyawan dan perwakilan mereka, baik masyarakat setempat maupun umum, untuk meningkatkan kualitas hidup dengan cara-cara yang bermanfaat baik bagi bisnis itu sendiri maupun pembangunan. Komponen CSR berdasarkan standar Bank Dunia…
-
Lingkungan
Regulasi Reklamasi Jakarta
Regulasi Reklamasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh Orang dalam rangka meningkatkan manfaat sumber daya lahan ditinjau dari sudut lingkungan dan sosial ekonomi dengan cara pengurugan, pengeringan lahan atau drainase. Pasal 34 (1) Reklamasi Wilayah Pesisir…
-
Lingkungan
Prinsip Pelaksanaan KLHS atau Principles Implementation of the Strategic Environmental Assessment
Prinsip Pelaksanaan KLHS Asdak (2012), mengemukakan bahwa prinsip-prinsip pokok KLHS adalah : • Pelaksanaan KLHS harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan proses pembangunan berkelanjutan. • Pelaksanaan KLHS dapat dilakukan terhadap kebijakan, rencana dan/atau program secara terpisah atau kombinasi ketiganya. Analisis pertimbangan lingkungan harus diintegrasikan secara penuh dan pada…
-
Uncategorized
Manfaat dan Nilai KLHS atau Benefits and Value of Strategic Environmental Assessment
Manfaat KLHS 1. Merupakan instrumen proaktif dan sarana pendukung pengambilan keputusan, 2. Mengidentifikasi dan mempertimbangkan peluang-peluang baru melalui pengkajian sistematis dan cermat atas opsi pembangunan yang tersedia, 3. Mempertimbangkan aspek lingkungan hidup secara lebih sistematis pada jenjang pengambilan keputusan yang lebih tinggi, 4. Mencegah kesalahan investasi dengan berkat teridentifikasinya peluang…




