Sosial

Perumahan atau Housing

Dalam memasuki abad 21 hingga saat sekarang ini pembangunan kawasan perumahan kota dinilai menjadi topik yang menarik dan penting (strategis), mengingat kawasan perumahan kota merupakan kawasan yang menduduki luas areal terbesar dari suatu kawasan kota. Diperkirakan kawasan perumahan kota (the urban residential district) menempati sekitar 40% hingga 65% dari seluruh areal kota. Pada kawasan ini-pun berhuni sebagian besar warga perkotaan. Karena itu di masa kini dan di masa datang perencanaan dan perancangan kawasan perumahan kota menjadi hal yang penting karena didalamnya termuat ‘peningkatan kualitas hidup’ dari sebagian besar warga perkotaan.

PBB mendeklarasikan agenda tentang Habitat ’76, kegiatan pembangunan perumahan dan permukiman di berbagai wilayah dunia perlu memperhatikan aspek lingkungan hidup dan lingkungan permukiman yang layak huni (liveable). Sejak saat itu hingga sekarang ini topik tentang ‘lingkungan hidup’ (ekologis) terlihat semakin popular dan semakin penting serta menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian UN Habitat dan masyarakat luas dunia. Topik ‘lingkungan hidup’ ini bergulir terus menjadi topik yang mendunia karena dipicu oleh banyaknya kerusakan lingkungan hidup yang tengah terjadi, ditambah pula dengan terjadinya krisis energi di tahun 1974. Keadaan lingkungan global pada saat sekarang ini membawa damp ak pada fenomena ‘pemanasan global’ (global warming).

Topik tentang lingkungan hidup (ekologis) pada saat sekarang ini telah dan tengah menjadi perhatian dunia, hal ini dibuktikan dengan makin banyaknya badan-badan dunia serta kelompok masyarakat skala dunia yang berupaya mengangkat ‘ecological-issues’ . Sejak tahun 1984 yang lalu – PBB melalui UNEP (United National For Environmetal Program) mengangkat agenda tentang ‘Pembangunan Berkelanjutan’ (Sustainable Development). Dalam kosep ini kegiatan pembangunan yang dilakukan negara-negara anggota PBB perlu memberi pertimbangan lebih pada aspek ‘lingkungan hidup’ (ekologi) di samping aspek-aspek lainnya seperti: socialekonomi dan social-budaya. Salah satu tujuan dari konsep ‘pembangunan berkelanjutan’ ini adalah terciptanya keserasian pembangunan yang tidak banyak merusak lingkungan hidup yang berfungsi sebagai eko -sistem bagi kelangsungan hidup manusia, mahluk hidup lainnya serta generasi yang akan datang.

Turunan yang lebih rinci dari konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dapat menjadi konsep-konsep yang lebih rinci seperti: eko-arsitektur, eco-city, environmental friendly pada perencanaan bangunan dan kawasan, green building, landscape architecture for district-planning, dsb. Kegiatan perencanaan dan desain pada kawasan perumahan kota dengan pendekatan ‘ramah lingkungan’ juga merupakan kegiatan pembangunan yang berhulu pada konsep pembangunan yang berkelanjutan. Skala perencanaan dan desain pada tingkat kawasan atau distrik dengan pendekatan ‘ramah lingkungan’ menjadi topik penting untuk dibahas, terutama sebagai turunan atau penjabaran dalam penerapan konsep ‘arsitektur ekologis’..

Dalam skala global pada saat sekarang ini kegiatan perencanaan, pembangunan dan pengendalian kawasan kota, masyarakat luas dunia menginginkan tercapainya tiga kondisi penting di kawasan perkotaan. Ke tiga kondisi penting dimaksud adalah: (a) tercapainya kondisi kawasan kota yang makin aman dan nyaman serta layak huni (better liveable conditions), (b) tercapainya kondisi kawasan kota yang sehat dan bersih (better health & clean conditions), dan (c) tercapainya kondisi kawasan kota yang lebih baik mutu atau kualitas dari lingkungan penyehatannya (better quality in healty conditions). Konsep untuk mencapainya antara lain dengan apa yang dikenal sebagai ‘Sustainable City’ atau ‘Eco-city’.

Setidaknya terdapat beberapa hal penting yang terkait dengan perencanaan dan perancangan tapak pada kawasan perumahan, yaitu :
(a) perencanaan kawasan perumahan merupakan bagian dari kegiatan perencanaan kawasan kota yang bertujuan mengisi fungsi perumahan atau hunian,
(b) perencanaan kawasan perumahan merupakan bagian yang berkaitan dengan antisipasi tingkat hunian yang makin tinggi,
(c) perencanaan kawasan perumahan kota juga bertujuan untuk mencapai kualitas lingkungan hunian yang makin baik.

Didalam kegiatan perancangan (desain) tapak didalamnya termuat tiga hal penting yaitu:
(a) penentuan skenario tingkat kepadatan hunian.yang lebih tinggi,
(b) penentuan jenis atau macam atau type bangunan hunian yang dinilai cocok atau sesuai, dan
(c) penentuan besar ruang terbuka hijau (RTH) pada kawasan yang digunakan untuk kepentingan publik sehingga tercapai kondisi kawasan perumahan yang aman, nyaman dan sehat.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button