admin

  • Green Place

    Strategi place ini berkenaan dengan saluran distribusi, lokasi dan sebagainya. Kotler (2009:482) mengatakan, seperti agen permukiman, para retail mengatakan bahwa tiga kunci keberhasilan adalah lokasi, lokasi dan lokasi. Misalnya pengecer besar seperti carefour, giant memilih letak strategis di perempatan kota besar, apartemen seperti permata hijau mencari letak strategis dekat dengan…

  • Green Price

    Sepanjang sejarah peradaban, harga umumnya ditetapkan oleh kesepakatan pembeli dan penjual. Penjual akan menawarkan harga yang tinggi untuk produk mereka, dan pembeli akan berupaya membeli dengan harga serendah-rendahnya. Melalui tawar menawar, kedua belah pihak akhirnya akan sampai pada harga yang dapat diterima (Kotler, 2009). Menurut Kotler (2009) kebijakan satu harga…

  • Green Product

    Eco-produk menurut Grundey, D., & Zaharia, M.R. (2008) meliputi memperbaiki: memperpanjang umur produk dengan memperbaiki beberapa bagian, mengkondisikan kembali: menambah umur produk dengan menambah muatan, memanufaktur kembali: produk baru berdasarkan produk lama, menggunakan kembali: merancang produk agar dapat digunakan berkali-kali, mendaur ulang: produk dapat diproses ulang dan diubah ke bahan…

  • Green Marketing

    Untuk mewujudkan lingkungan hidup seperti yang diidamkan, menurut Salim (1986) ada beberapa dalil yang perlu dijadikan pegangan bagi pemegang kebijakan, perusahaan, lembaga sosial dan sebagainya, yaitu 1. Dalil pertama; segala zat, benda, organisme hidup dan lain-lain dalam lingkungan saling kait mengait sesamanya. Karena itu maka setiap usaha menyangkut zat, benda…

  • Green Strategy

    Menurut Ginsberg, J.M. and Bloom, P.N. (2004) green marketing tidak merupakan harapan dan impian kebanyakan manajer dan aktifis. Meskipun opini public lebih memilih green produk dibanding produk konvensional sejenis. Sebagai contoh ketika konsumen memilih antara atribut produk dengan menolong lingkungan, maka lingkungan hampir tidak pernah menang. Harapan terhadap green produk…

  • LEVEL ECO MARKETING

    Empat Level Eco-Marketing Menurut Belz, F. (1998), peran penting marketing adalah untuk memperkenalkan produk atau jasa ekologi dan mempromosikan gaya hidup baru yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan energi dan material. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan empat tahapan, yaitu: transformative, normative, strategic dan operative eco-marketing Transformational Eco-Marketing adalah mentransfer pasar dan…

  • Green Marketing

    Proses perkembangan lingkungan social budaya sampai akhirnya orang memilih kembali ke alam atau “back to nature”, adalah (Kotler, 2009): 1. Pandangan diri mereka sendiri. AS di 1960-1970s, “pleasure seekers” adalah istilah bagi pencari kesenangan, perubahan dan jalan keluar. Orang-orang sedang mencari tujuan hidupnya. Orang membeli mobil impian, liburan idaman, dan…

  • Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development

    Pesatnya pertumbuhan penduduk, ekonomi dan beragamnya kebutuhan pada akhir dekade ini telah meningkatkan polusi dan penurunan lingkungan. Peraturan-peraturan mengenai lingkungan sangat diabaikan selama periode ini. Ketika perluasan industri mengakibatkan tumbuhnya ekonomi secara pesat, meningkatnya ekspor dan pendapatan masyarakat, pemusatan limbah industri di kawasan perkotaan memiliki pengaruh yang serius dan menimbulkan…

  • Limbah B3 dan 3R (Recycle, Reuse dan Reduce)

    Beberapa konsep wawasan lingkungan terbaru sebagai acuan berperilaku ramah lingkungan, misalnya pada konteks perusahaan, menurut Soemantojo (2000) konsep pengelolaan limbah telah bergeser dari tindakan pengelolaan limbah yang bersifat penanggulangan, terhadap limbah yang terlanjur keluar dari proses produksi atau dikenal sebagai end of pipe treatment, menjadi tindakan minimisasi limbah yang bersifat…

  • Pengelolaan Lingkungan

    Menurut Darsono (1995), kelangsungan hidup manusia bergantung pada keutuhan lingkungannya, kualitas hidup manusia terbentuk oleh lingkungannya dan sebaliknya manusia membentuk lingkungan untuk mendukung keberlangsungan hidupnya. Oleh karena itu, lingkungan hidup tidak semata-mata hanya dipandang sebagai sumberdaya yang harus dieksploitasi, melainkan terutama sebagai tempat hidup yang mensyaratkan adanya keserasian antara manusia…

Back to top button