
Kondisi Salak di Tapsel
1. Budidaya
– Tapanuli Selatan telah dikenal dengan salaknya selama bertahun-tahun
– Petani di Tapanuli Selatan membudidayakan tanaman salak dengan sistem agroforestri.
– Budidaya tanaman salak umumnya dilakukan secara tradisional secara turun-temurun tanpa pemupukan atau pengairan dan hanya memanfaatkan unsur hara yang tersedia di dalam tanah dan dengan peremajaan seminimal mungkin.
– Salak biasanya ditanam dengan metode okulasi dan bisa memakan waktu hingga 3 tahun sebelum menghasilkan buah.
2. Kawasan
– Perkebunan salak besar terdapat di 5 kecamatan Tapsel yaitu Angkola Barat, Angkola Selatan, Marancar, Angkola Timur dan Batang Toru
– Jumlah produksi diperkirakan mencapai 48.000 ton per tahun, atau rata-rata produksi sekitar 4,000 ton/bulan dengan pasar, baik lokal maupun global.
– Terdapat sentra industri salak di desa Tobotan, kecamatan Angkola Barat dimana buah salak diolah menjadi berbagai makanan dan minuman ringan seperti sirup salak, kurma salak, keripik salak, sari buah salak, dll.
Rantai Nilai Salak di Kab Tapsel

Rantai Nilai Produksi Salak

Bottlenecks



