Waktu atau Time | DR. Arif Zulkifli Nasution

Waktu atau Time

Waktu adalah sumber daya yang langka, bila tidak dioptimalkan maka sumber daya tersebut akan hilang dan tidak akan kembali lagi. Harta yang dihamburkan seringkali dapat diperoleh kembali. Tetapi waktu yang dihamburkan, tidak akan dapat diperoleh kembali.

Waktu merupakan komoditas terbatas yang diberikan secara adil kesemua orang. Setiap orang mempunyai sumber waktu yang sama yaitu 24 jam atau 86.400 detik setiap hari. Namun banyak orang mengaku tidak mempunyai cukup waktu untuk melakukan sesuatu, dan sebagian lagi justru dapat menyelesaikan banyak hal dibandingkan dengan orang lain. Yang membedakan setiap orang, bukan jumlah waktu yang dimiliki, karena semua orang memiliki waktu yang sama. Yang membedakan adalah keputusan setiap orang bagaimana menggunakan waktunya.

Pada pertandingan sepakbola, ketika tim menghadapi keputusan penting, pelatih seringkali meminta “time out”. Pada pertandingan basket dapat tekanan, kapten dapat meminta “time-out”. Pada soccer ketika tim mengalami “bushed”, mereka dapat memperoleh beberapa menit istirahat dengan meminta “time-out”. Tetapi kehidupan tidak berjalan seperti itu. Tidak ada cara untuk menghentikan gerak jarum jam untuk memberi kesempatan kita berpikir. Kita tidak dapat menyimpan, menabung, atau memanjangkan waktu. Kita dapat menggunakan waktu tetapi jarum jam tetap berdetak. Kita hanya dapat merencanakan bagaimana menggunakan waktu yang diberikan kepada kita

Musuh terbesar dalam aktifitas seorang manusia adalah menyia-nyiakan waktu. Waktu yang telah terlewat dengan percuma, tidak dapat kembali begitu saja dan tidak dapat dibeli dengan uang. Pepatah lama mengatakan, time is money. Misalkan saja kita berpikir bahwa tarif per jam kita sebesar 1 atau 2 juta rupiah, jika Kita pilih untuk menyiakan-nyiakan waktu tersebut maka Kita dapat menghitung sendiri berapa besar kerugian yang dihabiskan. Oleh karena itu, dalam aktifitas perlu adanya manajemen waktu yang baik dimana produktivitas, efektivitas, dan efisiensi sebagai tolok ukurnya .

Berikut berbagai macam pengertian berkaitan dengan waktu menurut orang bijak yaitu:
1. Merriam – Webster’s Collegiate Dictionary: Suatu besaran kontinu yang diukur berdasarkan kejadian – kejadian yang silih berganti dari masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.
2. Arnold Bennett : Pasokan waktu merupakan suatu keajaiban harian. Kita bangun pagi dan tiba – tiba dompet Kita berisi 24 jam. Waktu adalah milik Kita. Waktu adalah harta paling berharga. Tidak seorangpun dapat mengambilnya dari Kita. Tak seorangpun menerima lebih atau kurang daripada Kita. Dalam kawasan waktu, tidak dikenal aristokrasi kekayaan dan tidak pula aristrokrasi intelektual. Jenius tidak diberi satu jam ekstra.
3. Carl Sandburg: Waktu adalah cara alam untuk menjaga agar tidak semua kejadian terjadi pada saat yang sama Waktu adalah koin kehidupan Kita. Waktu adalah satu-satunya koin yang Kita miliki, dan hanya Kitalah yang dapat menentukan bagaimana waktu dibelanjakan. Hati-hatilah siapa tahu waktu Kita dipakai orang lain.
4. Kay Lyons: Kemarin adalah cek yang dibatalkan. Besok adalah nota promosi. Hari ini adalah satu-satunya uang yang Kita punya, karena itu belanjakanlah waktu secara bijaksana
5. Antoinette Bosco : Waktu bukan sebuah komoditi, sesuatu yang dapat Kita bagikan seperti kue. Waktu adalah substansi kehidupan. Ketika seseorang meminta waktu Kita, sesungguhnya mereka meminta sebagian dari hidup Kita.
6. John F. Kennedy : Kita harus menggunakan waktu sebagai suatu alat, bukan sebagai pelatih.
7. Peter F. Drucker : Eksekutif yang efektif, dalam pengamatan saya, tidak memulai dengan tugas-tugas. Mereka memulai dengan waktu. Mereka memulai dengan mencari kemana waktu mereka gunakan. Kemudian mereka mencoba mengelola waktu mereka dan memotong permintaan yang tidak produktif terhadap waktu mereka.
8. Denis Waitley:. Tiap orang memiliki cacah jam dan menit yang sama setiap harinya. Orang kaya dapat membeli jam yang mahal tetapi tidak dapat membeli waktu. Ilmuwan dapat menciptakan jam yang paling canggih tetapi tidak dapat menciptakan detik. Kita tidak dapat menabung waktu dan membelanjakannya besok. Waktu bersifat adil dan pemaaf. Seberapa pun waktu yang Kita sia-siakan di masa lalu, Kita masih memiliki masa depan yang utuh. Kesuksesan bergantung pada penggunaan waktu secara bijaksana dengan perencanaan dan penyusunan prioritas. Sesungguhnya waktu lebih berharga daripada uang, dan dengan membuang waktu, kita membuang peluang sukses.
9. Arthur Brisbane : Diantara orang-orang yang tidak punya tujuan atau harapan, tidak sukses, atau tidak berharga, Kita sering mendengar pembicaraan tentang membuang atau membunuh waktu. Mereka yang selalu membunuh waktu sesungguhnya membunuh peluang mereka dalam hidup. Mereka yang akan sukses adalah mereka yang menghidupkan waktu dengan memanfaatkannya.
10. Henry Ford : Saya sudah mengamati bahwa kebanyakan orang sudah bergerak maju selama waktu yang disia-siakan oleh orang lain.

Toni Morrison, seorang ibu tunggal yang harus mengurus 2 anak dan bekerja untuk menghidupi kedua anak-anaknya memenangkan penghargaan Pulitzer dan hadiah nobel atas tulisannya. Saat ditanya, bagaimana bisa menulis di tengah kesibukannya, dia menjawab: “Menulis di sela-sela waktu.” Mungkin ada yang membantah, “Saya tidak punya sela-sela waktu!” Sekali lagi, terserah Kita. Apakah Kita mau memiliki “sela-sela waktu” atau tidak, semuanya pilihan dan keputusan Kita. Kalau kita berargumen lagi “Tapi, banyak yang harus saya lakukan!” maka “Siapa orang yang tidak melakukan apa-apa?.” Semua orang memiliki tugas yang harus dilakukan. Hanya pemalas yang tidak memiliki kewajiban. Hanya pemalas yang banyak memiliki waktu luang. Semua orang, yang sadar akan kewajiban, akan selalu sibuk karena banyak yang harus dilakukan. Hanya saja, apa yang harus Kita lakukan juga ada pilihan Kita.

Menurut survey di Amerika, rata-rata orang menonton TV selama 4 jam per hari. Berdasarkan penelitian dari 24 jam tayangan TV, sekitar 36% siaran TV berisi iklan. Tabel diatas memperkirakan waktu nonton kita hanya 2 jam sehari. Dari 2 jam menonton TV, berarti kita menonton iklan selama 43 menit. Ada yang beralasan menonton TV adalah waktu untuk bersama keluarga. Tentu saja, kita masih menonton TV bersama dengan istri dan anak untuk kebersamaan dan hiburan. Poinnya adalah jangan berlebihan menonton TV. Sayangi waktu Kita. Bukan berarti kita harus berhenti nonton TV, tetapi kurangi waktunya. Jangan katakan Kita tidak punya waktu untuk belajar atau berbisnis, jika Kita masih nonton TV berjam-jam. Waktu yang sudah lewat tidak akan pernah kembali. Kehilangan harta masih bisa dicari lagi, tetapi kehilangan waktu tidak bisa kembali.

Ada banyak alasan yang mengatakan kita tidak punya waktu. Jika Kita bertahan pada alasan tidak punya waktu, maka kita akan terus tidak punya waktu. Jika kita membuat alasan untuk mengambil keputusan menggunakan sebagian waktu untuk hal tertentu, maka kita pun akan punya waktu. Karena berapa pun waktu yang kita miliki tidak akan pernah kita anggap cukup. Mulailah ‘Mengelola Diri’ dengan berfokus kepada ‘apa yang kita lakukan’ dalam waktu yang serba terbatas. Karena tindakan kita dalam mengisi waktu itulah yang akan menentukan apakah kita memiliki daya saing yang tinggi atau tidak.

Kebiasaan tidak punya waktu biasanya berawal dari semua pekerjaan dilakukan sendiri dan tidak dapat mendelegasikan tugas. Seseorang seringkali merasa lebih ahli atau lebih cepat mengerjakan sesuatu pekerjaan dibandingkan dengan orang lain. Seseorang tidak percaya akan kemampuan atau kinerja orang lain, sehingga pendelegasian tugas kurang. Oleh karena itu, waktu yang digunakan terbuang hanya gara-gara kekhawatiran yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.

Membuang waktu orang lain dengan sia-sia tanpa disadari sebenarnya juga menjadi sumber ketidakefektifan. Ketika menyelenggarakan rapat atau pertemuan terlambat berarti telah membuang waktu orang lain, terutama orang yang hadir lebih awal. Perencanaan atau persiapan yang kurang, tujuan rapat yang tidak jelas atau hanya penyelenggaraan rapat yang memenuhi program rutinitas menjadi penyebabnya.

Mengenai pentingnya memanfaatkan waktu, Benyamin Franklin pernah menyatakan, “Don’t you love life? Then do not squander time, for that is the stuff life is made of.” Apakah Kita mencintai kehidupan? Maka, janganlah memboroskan waktu, sebab waktu merupakan bahan pembentuk kehidupan. Waktu ibarat sehelai kertas kehidupan yang harus ditulis dengan deretan kalimat kerja dan prestasi. Hidup akan terasa hampa apabila waktu tidak diisi dengan kreasi dan kerja keras. Sungguh merugi bila waktu berlalu begitu saja tanpa mempunyai nilai apa pun.

Bila sampai saat ini Kita berumur 40 tahun, seharusnya ada 40 jilid kehidupan yang berjudul nama Kita. Setiap jilid itu terdiri atas 12 bab, 365 halaman, dan setiap halaman terdiri atas 24 baris atau 8.760 kata setiap jilidnya. Apakah baris-baris itu penuh dengan cerita yang “exciting (panas)”, kisah tentang kepahlawanan, kisah pengabdian, kita menuntut ilmu dan lain-lain, ataukah hanya deretan kisah tentang tidur, sakit, atau bermalas-malasan. Atau, setiap lembarnya justru kosong tidak berisi tulisan apa pun. Lantas, bagaimana Kita akan berkata pada para pembaca kehidupan Kita bila setiap lembarnya penuh dengan kertas kosong

Menghargai wak¬tu adalah kunci ke¬ber¬hasilan dalam hi¬dup. Sebuah pepatah mengatakan, waktu iba¬rat pedang, jika tidak kita gunakan untuk me¬motong, waktu itu akan balik memotong kita. Di atas itu semua, waktu adalah ibadah, pengabdian pada Sang Pencipta. Dan menjadi pribadi yang mampu memberi manfaat bagi diri dan sesama adalah bagian dari ibadah itu sendiri. Agama mengajarkan agar kita tidak menjadi beban bagi orang lain. Dengan kata lain, kita harus mampu mandiri. Kemandirian dapat terbangun melalui sikap menghargai waktu. Jika kita berada di waktu pagi, maka janganlah menunda pekerjaan hingga waktu sore tiba.

Waktu memiliki berbagai karakter, diantaranya adalah
1. Waktu Kita bersifat netral, sedangkan diri Kita bersifat sentral.
2. Waktu Kita terbatas, sedangkan kapasitas diri Kita belum ketahuan batasnya.
3. Waktu akan bergerak maju
4. Waktu terus berlalu. Waktu terus berlalu, hari kemarin meninggalkan kenangan dan penyesalan apabila lalai menggunakan waktu. Namun rasa syukur apabila telah merasa berhasil melewati waktu.
5. Setiap orang memiliki waktu yang sama. Tiada seorangpun yang memiliki waktu lebih atau kurang dari 24 jam per hari. Semua orang memiliki waktu yang sama yaitu 24 jam per hari. Yang berbeda adalah bagaimana setiap orang memperlakukan waktu yang dimilikinya dengan baik.
6. Waktu tidak bisa ditabung. Waktu terus bergulir, entah kita gunakan atau tidak. Banyak orang tidak menyadari bahwa waktu tidak bisa diulang lagi, waktu akan terus berlalu. Dengan cara mempercepat tugas-tugas kita, akan diperoleh waktu luang, untuk tugas lainnya yang mungkin belum terjadwal. Inilah strategi menabung waktu, namun penggunaannya tidak bisa ditunda seperti uang.

Orang-orang bijak sering mengatakan, sungguh merugi orang yang hari ini kondisinya sama dengan hari kemarin, dan hari esok lebih buruk dari hari ini. Setiap berganti hari hendaknya kualitas prestasi pun semakin meningkat. Jadi, hari dan umur kita adalah saat sekarang ini di mana matahari menaungi kita, bukan kemarin dan bukan besok. Karena itu jadikanlah kehidupan kita pada saat ini sebagai kehidupan. Dengan begitu kehidupan kita tidak akan terpengaruh oleh bisikan kegundahan, kesedihan dan kesusahan masa lalu. la juga tidak akan terpengaruh oleh ramalan masa yang akan datang dengan berbagai hantu dan kemajuan yang mengkhawatirkan itu.

Jadi, mantapkan diri kita, fokuskan perhatian kita, gunakan ketekunan kita, manfaatkan kreatifitas dan keuletan kita untuk kehidupan pada hari ini, bukan untuk hari kemarin dan besok. Untuk hari ini kita harus bisa membagi waktu. Hari ini kita harus bisa menanamkan kebaikan, memberikan yang terbaik dan mempersiapkan diri untuk pergi setiap saat. Jalani kehidupan kita dengan penuh kebahagiaan, kesenangan, ketenangan dan ketentraman. Pada dasarnya, usia adalah perjalanan waktu, kita butuh waktu untuk melangsungkan suatu tugas tertentu, apa pun yang terjadi di alam ini tidak mungkin lepas dari campur tangan waktu. Tak pelak lagi, waktu merupakan salah satu dimensi utama di alam ini. Sebagian besar dari Kita sepakat, kalau waktu sangatlah penting buat kita.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 + thirteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

scroll to top