strategi pasar global atau global market strategy | DR. Arif Zulkifli Nasution

strategi pasar global atau global market strategy

Strategi Pasar Global
1. melakukan ekspor,
2. menegosiasikan kesepakatan waralaba (franchise) atau lisensi,
3. membentuk usaha patungan (joint venture), atau
4. melakukan investasi langsung di negara lain

Rincian dari strategi tersebut
1. Ekspor
Ekspor merupakan kegiatan produksi barang di satu negara dan menjual hasilnya di negara lain. Ada 2 aktivitas ekspor, yaitu:
1. Occasional Exporting (Ekspor Tidak Tetap) Occasional exporting merupakan suatu kegiatan ekspor yang hanya dilakukan apabila ada permintaan dari konsumen dari negara lain.
2. Active Exporting (Ekspor Aktif) Ekspor aktif merupakan komitmen perusahaan untuk mengembangkan ekspor, perusahaan membuat produknya di negara sendiri (home country). Ekspor aktif terjadi apabila perusahaan tersebut mempunyai komitmen untuk melakukan ekspansi ke pasar tertentu.

Jenis-jenis Ekspor
a. Indirect Exporting (Ekspor Tidak Langsung) Ekspor tidak langsung merupakan suatu kegiatan mengekspor barang keluar negeri dengan menggunakan jasa perantara, baik dengan menggunakan agen-agen ekspor maupun menjual barang tersebut ke perusahaan lain dan kemudian perusahaan tersebut mengekspornya.
Berbagai jenis perantara yang dapat digunakan meliputi: a) Domestic-Based export merchant b) Domestic-Based export agent c) Cooperative – Organization d) Export-Management Company
b. Direct Exporting (Ekspor Langsung)
Ekspor langsung adalah kegiatan melakukan ekspor barang-barang dan jasa yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang memproduksinya. Untuk menghindari kelemahan-kelemahan dari ekspor tidak langsung dilakukan dengan cara membentuk : a) Domestic-Based Export Departement or Division b) Overseas Sales Branch or Subsidiary c) Travelling Export Sales Representative d) Foreign-Based Distributors or Agents

2. Lisensi
Penjualan lisensi berarti perusahaan penjual lisensi (lisencor) membuat kontrak persetujuan dengan pembeli lisensi (licensee) bahwa lisensi memperoleh hak untuk mengunakan property industri (sperti paten, merek dagang, dan hak cipta), ketrampilan teknis (studi kelayakan, manual, saran yang bersifat teknis, dan lainlain), desain arsitektural dan teknikal atau kombinasi hal- hal tersebut dengan membayar fee atau royalti tertentu kepada lisencor.

Strategi Lisensi
1. Perusahaan memiliki keterbatasan dana ekspor.
2. Adanya larangan atau pembatasan memasuki suatu negara, seperti kuota impor dan tarif.
3. Apabila Negara tujuan (host country) sensitif terhadap atau bahkan melarang kepemilikan asing.
4. Melindungi paten atau merek dagang karena pembatalan perjanjian

Bentuk-bentuk lisensi
• Franchising (Waralaba)
• Management Contract (Kontrak Manajemen)
• Contract Manufacturing (Produksi Kontrak)

3 Joint Venture (Usaha Patungan)
Joint venture adalah perjanjian kemitraan (partnership) antara investor asing dan investor lokal setempat untuk mendirikan usaha lokal, yang keduanya berbagi kepemilikan dan pengendalian. Joint venture adalah sebuah strategi masuk untuk sebuah pasar host country di mana pihak mitra (lokal) memiliki kepemilikan bersama dalam sebuah perusahaan yang baru dibentuk

4. Foreign Direct Investment (Investasi Langsung)
Strategi investasi langsung ini sebagai wholly owned subsidiaries yaitu strategi masuk ke host country dengan cara mendirikan sebuah anak perusahaan yang kepemilikannya 100% dipegang oleh perusahaan. Dalam pelaksanaannya dapat dilakukan dengan cara mendirikan sebuah perusahaan baru (Greenfield operaions atau Greenfield investment) atau melakukan pembelian atau akuisisi perusahaan yang telah ada di host country tersebut.

Adapun manfaat dari investasi langsung
• Perusahaan memperoleh beberapa penghematan, berupa: tenaga kerja, biaya transport atau bahan mentah yang lebih murah.
• Memperoleh citra yang baik di house country karena membuka lapangan kerja yang luas.
• Perusahaan dapat membina hubungan yang mendalam dengan pemerintah, pelanggan, pemasok lokal dan distributor yang memungkinkan perusahaan untuk dapat menyesuaikan produk dengan pasar lokal.
• Perusahaan dapat memegang kendali penuh atas investasinya

Syarat Perusahaan Bersaing di Pasar Global
a. Quality. Penilaian terhadap produk yang bebas dari kesalahan produksi dan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh Pelanggan (customer). Oleh karena itu organisasi/ perusahaan perlu mengenal konsumen atau pelanggannya dan mengetahui kebutuhan dan keinginannya.
b. Cost. Biaya-biaya yang timbul dalam penanganan masalah Kualitas (Mutu), baik dalam rangka meningkatkan Kualitas maupun biaya yang timbul akibat Kualitas yang buruk (Cost of Poor Quality).
c. Delivery. Ketepatan waktu dalam pengiriman hasil produksi kita. Di Zaman sekarang, kecepatan dalam pengiriman dapat menentukan keberhasilan suatu produk. Kesabaran tunggu pelanggan sangat terbatas, karena produk yang kita hasil belum tentu merupakan satu-satunya di dunia.
d. Safety. Perkembangan perusahaan dan industri mempunyai korelasi dengan pekerja, Banyak Industri yang prosesnya berdampak negatif terhadap keselamatan dan kesehatan pekerjanya seperti industri bahan kimia. Hal tersebut dapat berpengaruh pada meningkatnya biaya pekerja dan berpengaruh pada citra. Sejalan dengan hal ini maka industri-industri yang berdampak bagi pekerjanya harus mengelola lingkungan kerja nya agar dapat menurunkan dampak.
e. People. layanan kita terhadap permintaan-permintaan pelanggan dengan respon yang cepat. Semua orang berharap dilayani dengan cepat agar kebutuhannya dapat dipenuhi dengan segera dan keluhan-keluhannya dapat ditangani dengan segera.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − 9 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

scroll to top