Penilaian Kinerja | DR. Arif Zulkifli Nasution

Penilaian Kinerja

Definisi kinerja
• Hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tangungjawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral dan etika (Prabu Mangkunegara, 2000).
• Kinerja pada dasarnya adalah apa yang dilakukan dan tidak dilakukan karyawan (Matis and Jackson, 2000)
• gambaran kemampuan seseorang pegawai untuk menyesuaikan suatu pekerjaan yang diembannya secara tepat guna dan berhasil guna

Kriteria Kinerja
• Kuantitas keluaran
• Kualitas keluaran
• Jangka waktu keluaran
• Kehadiran di tempat kerja
• Sikap kooperatif

Penilaian kinerja
suatu metode untuk membandingkan berbagai pekerjaan dengan menggunakan prosedur-prosedur formal dan sistimatis untuk menentukan suatu urutan tingkat pekerjaan-pekerjaan itu yakni menentukan kedudukan nisbi satu pekerjaan dibandingkan dengan pekerjaan yang lain dan demikian memberikan dasar untuk suatu system upah yang adil (Wazri, 2004)

Dimensi Penilaian Kinerja
• Dimensi tangung jawab
• Dimensi sifat
• Dimensi sikap

Pengukuran kinerja
• Keahlian menangani administrasi secara terperinci
• Keahlian mengarahkan seseorang
• Keahlian dalam perencanaan dan tindakan pengarahan
• Keahlian pengetahuan tugas teknis
• Penerimaan tanggung jawab secara organisasi
• Penerimaan tanggung jawab secara individu

Faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja
• Lingkungan luar, berupa budaya, hukum, politik, ekonomi, sosial dan teknologi;
• Iklim organisasi, berupa kebijaksanaan dan filsafat manajemen struktur, tingkat pengupahan dan penghargaan, kondisi sosial budaya, gaya kepemimpinan, syarat kerja, kelompok kerja dan hakikat kerja;
• Ciri seseorang, berupa motivasi dan kemampuan.

Faktor yang mempengaruhi kinerja sebagai berikut (Keith, 1972):
• Human Performance = Ability + Motivation
• Motivation = Attitude + Situation
• Ability = Knowledge + Skill

Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja organisasi
• Efektivitas, efektivitas dipandang dari perspektif usaha kerjasama (antar individu) berhubungan dengan pelaksanaan kerja untuk mencapai suatu tujuan dalam suatu sistem, guna memenuhi kebutuhan sistem itu sendiri. Sedangkan efektivitas ditinjau dari pendekatan organisasi adalah jika suatu tujuan tertentu dari organisai tersebut dapat dicapai sesuai dengan kebutuhan;
• Efisiensi, efisiensi dipandang dari perspektif usaha kerja sama (antar individu) adalah hasil gabungan efisiensi dari upaya yang dipilih masing-masing individu. Sedangkan efisiensi ditinjau dari pendekatan organisasi berkaitan dengan jumlah pengorbanan yang dikeluarkan dalam upaya mencapai tujuan. Dalam hal ini, jika pengorbanan dianggap terlalu besar, maka dapat dikatakan tidak efisien.
• Otoritas dan tanggungjawab (Authority and Responsibility ). Otoritas adalah sifat dari suatu komunikasi atau perintah dalam sebuah organisasi formal yang dimiliki atau diterima oleh seorang anggota organisasi kepada anggota organisasi lain untuk melaksanakan suatu kegiatan kerja, disesuaikan dengan kontribusi (sumbangan) tenaganya. Perintah tersebut menyatakan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dikerjakan dalam organisasi bersangkutan. Atau dengan kata lain, otoritas adalah wewenang yang dimiliki oleh seseorang untuk memerintahkan orang lain (bawahannya), dalam rangka melaksanakan tugas yang dibebankan kepada masing-masing bawahan dalam suatu organisasi, wewenang dimaksud mempunyai batasan tentang apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan.
• Disiplin, secara umum disiplin adalah taat kepada hukum dan peraturan yang berlaku. Sedangkan secara khusus, disiplin karyawan merupakan ketaatan karyawan bersangkutan dalam menghormati perjanjian kerja dengan perusahaan (organisasi) tempat dimana dia bekerja.
• Inisiatif, inisiatif seseorang (atasan maupun bawahan) berkaitan dengan daya pikir, kreativitas dalam bentuk ide untuk merencanakan sesuatu berkaitan dengan tujuan organisasi, dengan perkataan lain, anggota organisasi merupakan daya dorong kemajuan yang akhirnya akan mempengaruhi kinerja organisasi bersangkutan.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 − eight =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

scroll to top