Pembuatan Keputusan atau Decision Making | DR. Arif Zulkifli Nasution

Pembuatan Keputusan atau Decision Making

Menurut George R. Terry, dasar-dasar pembuatan keputusan adalah :
(1). Intuisi : suatu proses bawah sadar/tdk sadar yang timbul atau tercipta akibat pengalaman yang terseleksi.
pembuatan keputusan yang berdasarkan atas intusi atau perasaan memiliki sifat subjektif, sehingga mudah
terkena pengaruh
Kebaikan pembuatan keputusan berdasarkan intuisi adalah :
a. Waktu yang digunakan untuk mengambil keputusan relatif lebih pendek.
b. Untuk masalah yang pengaruhnya terbatas, pembuatan keputusan akan memberikan kepuasan pada umumnya.
c. Keampuan mengambil keputusan dari peng-ambil keputusan itu sangat berperan, dan itu perlu dimanfaatkan dengan
baik.

Kelemahan :
a. Keputusan yang dihasilkan relatif kurang baik.
b. Sulit mencari alat pembandingnya, sehingga sulit diukur kebenaran dan keabsahannya.
c. Dasar-dasar lain dalam pembuatan keputusan seringkali diabaikan.

(2). Pengalaman
pembuatan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis. Karena pengalaman seseorang dapat mempekirakan keadaan sesuatu, dapat memperhitungkan untung ruginya, baik-buruknya keputusan yang akan dihasilkan. Karena pengalaman, seseorang yang menduga masalahnya walaupun hanya dengan melihat sepintas saja mungkin sudah dapat menduga cara penyelesaiannya.

(3). Fakta
Pembuatan keputusan berdasarkan fakta dapat memberikan keputusan yang sehat, solid, dan baik. Dengan fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap pembuatan keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dpt menerima keputusan-keputusan yang dapat dibuat dengan rela dan lapang dada.

(4). Wewenang
Pembuatan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pim-pinan terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang lebih rendah kedudukannya. pembuatan keputusan berdasarkan we-wenang juga memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan.
Kelebihan :
a. Kebanyakan penerimanya adalah bawahan, terlepas apakah penerimaan tsb secara su-karela ataukah terpaksa.
b. Keputusannya dapat dapat bertahan dalam jangka waktu yg cukup lama.
c. Memiliki otentisitas (otentik).

Kelemahan :
a. Dapat menimbulkan sifat rutinitas
b. Mengasosiakan dengan praktek diktatorial
c. Sering melewati permasalahan yg seharus-nya dipecahkan sehingga dapat menimbul-kan kekaburan.

(5). Rasional
Pada pembuatan keputusan yg berdasar-kan rasional, keputusan yg dihasilkan ber-sifat objektif, logis, lebih transparan, kon-sisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, shg dpt dikatakan mendekati kebenaran atau se-suai dgn apa yg diinginkan.

Ada beberapa hal yg harus diperhatikan dalam pembuatan keputusan secara rasional :
a. Kejelasan masalah
b. Orientasi tujuan
c. Pengetahuan alternatif
d. Preferensi yg jelas
e. Hasil maksimal

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembuatan keputusan
Posisi/kedudukan sesesorang :
a. Letak posisi
b. Tingkatan posisi
Masalah
Masalah atau problem adalah apa yang men-jadi penghalang untuk mencapai tujuan, yg merupakan penyimpangan dari apa yg diharapkan, direncanakan atau dikehendaki dan harus diselesaikan.

Masalah tidak selalu dapat dikenal dengan segera, ada yang memerlukan analisis, ada pula yang bahkan memerlukan riset tersendiri.
Masalah dapat dibagi ke dalam 2 jenis :
a. Masalah terstruktur
b. Masalah tidak terstruktur

Pembagian masalah yang lain :
a. Masalah rutin
b. Masalah insidentil
Situasi : keseluruhan faktor-faktor dalam keadaan, yang berkaitan satu sama lain, dan yang secara bersama-sama memancarkan pengaruh terhadap kita beserta apa yang hendak kita perbuat.

Faktor-faktor tersebut dibedakan :
a. Faktor-faktor yang konstan
b. Faktor-faktor yang tidak konstan
Kondisi : keseluruhan dari faktor-faktor yang secara bersama-sama menentukan daya gerak, daya berbuat atau kemampuan kita. Sebagian besar faktor-faktor tsb merupakan sumberdaya (resourches).

Tujuan :
Tujuan yg hendak dicapai, baik tujuan per-orangan, tujuan unit (kesatuan), tujuan orga-nisasi, maupun tujuan usaha, pada umumnya telah tertentu/telah ditentukan. Tujuan yang telah ditentukan dalam pembuatan keputus-an merupakan tujuan antara atau objective.

faktor-faktor yg mempengaruhi pengambilan keputusan adalah :
(1). Keadaan internal organisasi
a. Dana yg tersedia
b. Keadaan sumberdaya manusia
c. Kemampuan karyawan
d. Kelengkapan dari perlatan organisasi
c. Struktur organisasi
(2). Keadaan eksternal organisasi, meliputi keadaan ekonomi, sosial, ekonomi, politik, hukum, budaya, dan
sebagainya.
(3). Tersedianya informasi yang diperlukan
(4). Kepribadian dan kecakapan pengambil keputusan, meliputi penilaiannya, kebutuh-annya, intelegensinya,
keterampilannya, kapasitasnya, dan sebagainya.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + fourteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

scroll to top