Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro atau Micro Hydro Power Plant | DR. Arif Zulkifli Nasution

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro atau Micro Hydro Power Plant

Mikrohidro atau yang dimaksud dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air sebagai tenaga penggeraknya seperti saluran irigasi, sungai atau air terjun alam dengan cara memanfaatkan tinggi terjunan (head) dan jumlah debit air. PLMTH diarahkan untuk daerah daerah terpencil yang tidak terjangkau PLN.
Mikrohidro adalah pembangkit listrik dengan sumber tenaga air dengan energi yang dihasilkan 100 Kwatt atau kurang ( CANRen, 2004)

Keuntungan Mikro Hidro
– Tidak menimbulkan pencemaran,
– tidak konsumtif terhadap pemakaian air,
– biaya operasi rendah,
– tahan lama (long life),
– Dapat mendorong masyarakat agar dapat menjaga kelestarian hutan sehingga ketersediaan air terjamin
– Dapat dipadukan dengan program lainnya seperti irigasi dan perikanan
– Memiliki konstruksi yang sederhana dan dapat dioperasikan di daerah terpencil dengan tenaga terampil penduduk daerah setempat dengan sedikit latihan.

Keterbatasan PLTMH
A i r.
Besarnya listrik yang dihasilkan PLTMH tergantung pada tinggi jatuh air dan jumlah air. Pada musim kemarau kemampuan PLTMH akan menurun karena jumlah air biasanya berkurang. Karena itu dibutuhkan pelestarian hutan dan sungai sebagai daerah tangkapan air
Ukuran Generator.
Ukuran Generator tidak menunjukkan kemampuan produksi listriknya karena semuanya tergantung pada jumlah air dan ketinggian jatuh air sehingga ukuran generator bukan penentu utama kapasitas PLTMH.
Jumlah Pelanggan.
Jika pelanggan melebihi kemampuan PLTMH, maka kualitas listrik akan menurun. Jika pelanggan sudah berlebih, maka penggunaan listrik harus diatur. Aturan umum adalah 1 pelanggan paling sedikit mengkonsumsi 50 Watt listrik (3 buah lampu neon/ 3 buah lampu bohlam 10-15 Watt).
Jarak.
Semakin dekat jarak Pelanggan ke Pembangkit, maka kualitas listrik juga lebih baik. Semakin jauh jarak pelanggan, maka listrik yang hilang juga semakin banyak. Jarak pelanggan terjauh yang dianjurkan adalah antara 1-2 km. dari PLTMH.
Penggunaan Listrik Oleh Pelanggan.
Jika pelanggan menggunakan listrik secara berlebih, maka kualitas listrik menurun dan membahayakan peralatan Satu pelanggan melanggar, maka yang rugi adalah seluruh pelanggan

SYARAT PEMBANGKIT LISTRIK MIKRO HIDRO YANG BAIK
1. Sistem pembangkitnya sederhana
– Spare part/onderdil gampang didapat
– Bisa dibuat/direkayasa oleh bengkel setempat, perawatan mudah, harga relatif murah)
2. Listrik yg dihasilkan layak digunakan
– Tegangan konstan (220 V)/(380V
– Frekuensi konstan (50Hz)
– Harmonisa gelombang kecil
3. Keandalan yang baik
– Tidak mudah rusak (perawatannya mudah)
– Gangguan jarang terjadi
– Tahan lama
4. Tidak mengenal daerah teritorial
– Bisa dipasang didaerah terpencil maupun perkotaan asal ada potensi tenaga air; Di daerah yang sudah terjangkau listrik PLN maupun yang belum
5. Kapasitas Daya dan Harga
– Kapasitas daya terbangkit cukup besar
– Harga daya terbangkit (Rp/kW) cukup murah

Aspek penting dalam analisis kelayakan pembangunan PLTMH
1. Sosial
2. ekonomi
3. teknis

Faktor sosial
1. Lokasi tidak terlalu jauh dari pemukiman (konsumen).
2. Objek yang akan dialiri listrik adalah relatif makmur, jadi jumlah pemakainya cukup banyak, dengan demikian keperluan operasional dan pemeliharaannya akan tercukupi karena menjadi tanggungan bagi pemakainya yang banyak.

Pola Pengelolaan
1. Dikelola oleh kelompok masyarakat dalam bentuk Paguyuban ada pengurus harian ( Operator ), ada Badan Pengurus ( fungsi control ) dengan managemen yang profesional dengan ketetapan AD/ART yang disepakati bersama, meliputi :
– Asas /semangat Paguyuban
– Pentarifan
– Sistem kerja Pelaksana harian ( PH )
– Kewajiban-Hak Anggota Paguyuban
– Pertemuanan Tahunan /sistem pertanggung jawaban
2. Semua kapasitas dimanfaatkan sendiri oleh anggota baik untuk kegiatan ekonomi produktif maupun untuk kebutuhan penerangan keluarga ( off – grid )
3. Sisa daya yang tersedia diinterkoneksikan ( on-grid ) ke Jaringan PT.PLN Persero

Strategi Pendanaan
1. Kemampuan swadaya masyarakat setempat (material lokal, tenaga kerja)
2. Pinjaman komersial melalui lembaga keuangan, seperti; Dana pemberdayaan corporasi dengan bunga lunak seperti Program Kemitraan Bina Lingkungan ( PKBL ) Koperasi Energi Hijau
3. Subsidi dari Pemerintah Daerah (atau Pusat)
4. Bantuan berupa Hibah dari lembaga donor, dan Lembaga Kerjasama Teknik

Faktor Teknis
1. Dari aspek Tenaga Air, Mikrohidro memerlukan dua hal yaitu debit dan ketinggian jatuh (head) untuk menghasilkan tenaga yang bermanfaat.
2. Debit air
Debit di suatu lokasi di sungai dapat diperkirakan dengan cara berikut :
– Pengukuran di lapangan (di lokasi yang ditetapkan).
– Berdasarkan data debit dari stasiun di dekatnya.
– Berdasarkan data hujan.
– Berdasarkan pembangkitan data debit.
3. Pengukuran debit di lapangan dapat dilakukan dengan membuat stasiun pengamatan atau dengan mengukur debit di bangunan air seperti bendung dan peluap.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

scroll to top