Pemasaran Digital | DR. Arif Zulkifli Nasution

Pemasaran Digital

Perekonomian Digital
Abad 21 merupakan abad perekonomian digital. Perekonomian jenis ini merupakan perekonomian berbasis teknologi informasi yang melibatkan penggunaan teknologi computer termasuk didalamnya teknologi komunikasi seperti internet, intranet dan ekstranet.

Perkembangan teknologi informasi yang pesat memicu terciptanya model-model bisnis baru. Kenyataan ini disatu sisi telah membantu perusahaan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan dengan menemukan peluang bisnis baru dan menciptakan keuunggulan kompetitif. Disisi lain teknologi informasi seperti internet telah membawa perusahaan masuk dalam area persaingan yang lebih ketat yaitu persaingan global.

E-Tech, E-Business, dan E-Commerce
E-Technology adalah suatu kegiatan yang menginteruksikan new models (gabungan antara sebuah kegiatan dengan memanfaatkan teknologi yang ada sehingga dapat menghasilkan teknologi yang baru). Contoh penerapan e-technolgy adalah pada pembuatan e-commerce dalam suatu e-business, penggunaan e-payment dalam transaksi e-business.

E-commerce merupakan bagian dari e-bisnis, namun tidak semua e-bisnis berarti e-commerce. E-commerce lebih sempit jika dibandingkan e-bisnis, di mana e-commerce adalah sub perangkat dari e-bisnis.

Alasan perusahaan membidik pasar Internet
• Penonton televisi mulai berpindah ke Internet
• Membidik pasar internet menggunakan iklan yang dapat di-update setiap waktu dengan biaya minimal: karena itu iklan-iklan di internet selalu bisa tampil baru
• Pasar internet dapat menjangkau pembeli potensial dalam jumlah yang sangat besar dalam hitungan global.
• biaya untuk iklan online kadang-kadang lebih murah dibandingkan iklan televisi, koran, atau radio.
• Iklan di internet dapat secara efisien menggunakan konvergensi teks, audio, grafik, dan animasi.
• Internet sendiri sedang berkembang dengan pesatnya.
• Anda dapat membuat iklan secara interaktif dan dibidikkan ke kelompok-kelompok tertentu dan/atau perorangan.

Tahap Siklus Hidup di Internet
1. Tahap perkenalan produk
2. Tahap produk eceran dalam musim
3. Tahap akhir hidup produk
4. Tahap likuidasi produk

Keadaan daur hidup seperti ini dikenal sebagai keadaan daur hidup produk yang sehat. Biasanya waktunya antara 1 s/d 3 tahun.

Tahap produk eceran dalam musim merupakan tahap, sebagian besar perusahaan membutuhkan pengecer yang memberikan harga produknya sesuai dengan yang direkomendasikannya. Kamera digital, mobil, buku, televisi dan pakaian terkini dan terhebat merupakan produk eceran dalam musim.

Tahap akhir hidup produk biasanya disebabkan adanya perkenalan produk baru dalam kategori produk oleh perusahaan atau pesaing. Pada tahap ini produsen dan pengecer menarik produk lama tersebut secepat mungkin dengan mengganti produk yang baru yang masih hangat. Pada tahap ini produk terjual sebagai biaya atau mengalami kerugian kecil, karena pelanggan bergeser dari produk lama menuju produk yang lebih baru.

Tahap likuidasi adalah tahap produk kelebihan stok, menghasilkan sisa dan melakukan pembaharuan produk. Tahap ini merupakan tahap yang dihindari oleh produsen dan pengecer,karena akan mengalami kerugian besar. Biasanya produk terjual dengan harga 10 % sampai 20 % dari biaya atau mengalami kerugian antara 80 % sampai 90 %, sehingga produsen dan pengecer akan menghilangkan produk tersebut.

Perubahan Konsumen di Era Internet
AIDA
– Awaraness-Interest
– Desire
– Action

AISAS
– Awaraness- Interest
– Search
– Action
– Share

Awaraness adalah diperkenalkan untuk mendapatkan perhatian. Sebuah produk harus diperkenalkan kepada target marketnya. Perkenalan itu bisa dilakukan melalui berbagai bentuk kegiatan komunikasi marketing (above the line maupun below the line) dan Public Relation.

Interest adalah proses berikutnya, calon konsumen tertarik dengan produk kita. Ketertarikan itu bisa terjadi karena memang komunikasi yang tepat bagi calon konsumen. Di era internet ini, ketertarikan ini bisa juga terjadi apabila konsumen merasa tertarik dengan informasi yang terpapar di website kita, sehingga bagaimana menyusun sebuah website yang sesuai dengan tujuannya serta membangun pengalaman yang tepat, nyaman, dan menyenangkan saat orang menggali informasi di website juga bisa meningkatkan ketertarikan konsumen pada produk.

Search ini merupakan berkah bagi konsumen dengan adanya Google, sebelum mengambil keputusan, maka konsumen akan berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya lewat search engine. Product review, tulisan di blogs, website-website lain, milist, dan semua informasi akan terpampang dengan jelas di Google, inilah yang membantu konsumen untuk mengambil keputusan.

Action adalah tindakan konsumen, disinilah the real experience tercipta. Proses interaksi langsung antara konsumen dengan sales channel, transaksi, delivery, konsumsi, hingga after sales service merupakan satu kesatuan pengalaman yang senantiasa dijaga agar sesuai bahkan melebihi ekspektasi dari konsumen.

Share adalah hasil setelah konsumen merasakan semua pengalaman interaksi mereka dengan produk/brand, mereka akan membagi pengalamannya kepada orang lain melalui email, chat, blogs, mailist, online forum, dan lain-lain.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven + three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

scroll to top