Organisasi atau Organization | DR. Arif Zulkifli Nasution

Organisasi atau Organization

Pengorganisasian merupakan keseluruhan proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas-tugas, serta wewenang dan tanggung jawab sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kesatuan yang utuh dan bulat dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Organisasi adalah alat yang digunakan oleh manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Organisasi sebagai setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama dan terikat secara formal yang tercermin pada hubungan sekelompok orang yang disebut bawahan.

Teori organisasi adalah disiplin ilmu yang mempelajari struktur dan desain organisasi, yang menunjuk kepada aspek-aspek deskriptif dari disiplin ilmu tersebut. Teori itu menjelaskan bagaimana organisasi sebenarnya distruktur dan menawarkan tentang bagaimana organisasi dapat dikonstruksi guna meningkatkan keefektifan mereka. Jadi organisasi adalah bentuk lembaga yang dominan dalam masyarakat kita, organisasi meresap ke dalam semua aspek kehidupan masyarakat secara menyeluruh, baik ekonomi dan bahkan kehidupan pribadi kita.

Sebuah organisasi berdasarkan definisi, diciptakan untuk mencapai satu tujuan atau lebih yang telah ditetapkan sebelumnya. Oleh karena itu, tidak heran jika kita menjumpai bahwa pencapaian tujuan merupakan kriteria yang paling banyak digunakan untuk menentukan keefektifan. Pendekatan pencapaian tujuan mengasumsikan bahwa organisasi adalah kesatuan yang dibuat dengan sengaja, rasional, dan mencari tujuan. Oleh karena itu, pencapaian tujuan yang berhasil menjadi sebuah ukuran yang tepat tentang keefektifan.

Namun demikian, agar pencapaian tujuan bisa menjadi ukuran yang sah dalam mengukur keefektifan organisasi, asumsi-asumsi lain juga harus sah, antara lain:
1. Organisasi harus mempunyai tujuan-tujuan akhir.
2. Tujuan-tujuan tersebut harus diidentifikasi dan ditetapkan dengan baik agar dapat dimengerti.
3. Tujuan-tujuan tersebut harus sedikit agar mudah dikelola.
4. Harus ada konsensus atau kesepakatan umum mengenai tujuan-tujuan tersebut.
5. Kemajuan ke arah tujuan-tujuan tersebut harus dapat diukur.

Jadi sebuah organisasi mempunyai batasan yang relatif dapat diidentifikasi, namun sebuah batasan yang nyata harus ada agar kita dapat membedakan antara anggota dan bukan anggota. Orang-orang di dalam sebuah organisasi mempunyai suatu keterikatan yang terus menerus, kemudian organisasi mengakui adanya kebutuhan untuk mengkoordinasikan pola interaksi para anggota organisasi secara formal, dan struktur organisasi menetapkan bagaimana tugas akan dibagi, siapa melapor kepada siapa, dan mekanisme koordinasi yang formal serta pola interaksi yang akan diikuti.

Unsur pokok dalam perilaku organisasi adalah orang, struktur, teknologi, dan lingkungan tempat organisasi beroperasi. Orang di sini adalah yang membentuk sistem sosial intern organisasi, struktur adalah sarana penentu hubungan resmi orang-orang dalam organisasi, dan teknologi adalah sebagai penyedia sumber daya yang digunakan orang-orang untuk bekerja dan mempengaruhi tugas yang mereka lakukan. Di dalam sebuah organisasi, kepentingan bersama yang disepakati untuk dicapai melalui kerjasama antar sejumlah individu sebagai anggotanya, berkembang menjadi tujuan organisasi sebagai tujuan bersama.

Dua peran yang mutlak ada dalam sebuah organisasi adalah peran sebagai pemimpin dan peran sebagai anggota, yang masing-masing mengemban tugas untuk mendukung kegiatan mencapai tujuan organisasi, dengan atau tanpa kerjasama (Hadari Nawawi, 2003). Secara teoretis mengenai organisasi telah dikemukakan dalam literatur-literatur ilmiah, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Organisasi adalah kekuatan-kekuatan atau aktivitas-aktivitas manusia yang dikoordinasikan secara sadar dan saling berhubungan. (Koontz, 1980)
2. Organisasi adalah kelompok manusia yang bekerjasama di bawah pimpinan seorang pemimpin, untuk mencapai tujuan tertentu (Duncant, 1981)
3. Organisasi adalah unit sosial (kelompok sosial/pengelompokan manusia) yang sengaja dibentuk dan dibentuk kembali berdasarkan pertimbangan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu (Thoha, 2003).
4. Organisasi adalah sistem perilaku yang terstruktur untuk memberikan aturan-aturan bagi peranan manusia yang menjadi anggotanya (Wasley, 1998).
5. Organisasi adalah suatu kesatuan sosial dari sekelompok manusia yang saling berinteraksi menurut pola tertentu, sehingga setiap anggotanya memiliki fungsi dan tugas masing-masing, yang sebagai satu kesatuan mempunyai tujuan tertentu dan batas-batas yang jelas, sehingga dapat dipisahkan secara tegas dari lingkungannya (Hani, 1987).
Dengan demikian, organisasi yang dimaksud tidak lebih adalah sebagai sekumpulan orang, yang di dalamnya melakukan kerjasama dengan melalui pola hubungan yang bersifat sekunder, sehingga tidak ada terikat kaitan emosional, yang terintegrasi dalam sebuah lingkungan sosial yang lebih luas, dipengaruhi oleh perubahan lingkungan dalam rangka mencapai tujuan.

Berdasarkan teori di atas, maka organisasi semakin besar dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Pihak-pihak berkepentingan dari sebuah organisasi adalah meliputi manajer, karyawan, dan pemegang saham, serta komponen-komponen kekuatan langsung dari lingkungan luar seperti pelanggan, pemasok (pensuplai), lembaga-lembaga keuangan, persaingan, serikat pekerja, serta badan-badan Pemerintah secara langsung dan atas suatu dasar yang berkesinambungan berinteraksi dengan organisasi itu.

Organisasi adalah alat yang digunakan orang-orang secara individu maupun kelompok untuk mencapai beberapa tujuan. Organisasi menggabungkan pengetahuan kolektif, nilai dan visi orang-orang yang secara sadar (dan kadang tidak sadar) berusaha untuk memperoleh sesuatu yang mereka inginkan. Organisasi juga dapat dikatakan sebagai respon dan alat menciptakan keuntungan yang memenuhi beberapa kebutuhan manusia. Beberapa organisasi baru bermuculan ketika beberapa teknologi baru tersedia, sebagai contoh organisasi perusahaan.

Perusahaan adalah suatu sistem yang terdiri dari komponen manusia, bahan-bahan mentah dan mesin-mesin. Produktivitas suatu perusahaan sangat ditentukan oleh bagaimana interaksi antara ketiga komponen tersebut. Namun faktor manusianya tetap sebagai penentu terhadap segala produktivitas.

Suatu bentuk usaha tanpa manusia, tidak mungkin ada dan tidak dapat dibayangkan. Bagaimanapun sederhana ataupun kompleksnya suatu bentuk usaha, manusia yang menjadi intinya. Karena dalam dunia kerja yang semakin kompetitif dan memiliki banyak tuntutan, para manajer tidak hanya mengandalkan keterampilan teknis mereka saja, namun dibutuhkan suatu keterampilan teknis di dalam menangani orang dengan baik, bagaimana suatu pemimpin dan manajer mempertahankan kinerja yang tinggi dari tenaga kerja dan memperhatikan fasilitas yang memuaskan bagi konsumen.

Untuk menyikapi tuntutan dan permasalahan yang ada di dalam dunia industri dan organisasi (perusahaan), saran-saran psikologis sangat dibutuhkan, guna mendapatkan pemikiran yang semakin realistis dan maju. Karena psikologi di dalam dunia industri dan organisasi mampu menangani masalah-masalah manusia dan masalah antar manusia secara profesional.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 + seventeen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

scroll to top