MODEL KOMUNIKASI LINGKUNGAN MASYARAKAT TRADISIONAL PAPUA...(4) | DR. Arif Zulkifli Nasution

MODEL KOMUNIKASI LINGKUNGAN MASYARAKAT TRADISIONAL PAPUA…(4)


3. Komunikasi Lingkungan
Komunikasi lingkungan adalah proses pernyataan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Proses komunikasi lingkungan memiliki unsur manusia, lingkungan dan pesan. Komunikasi lingkungan berfungsi sebagai bagian dari interaksi, interdepedensi, dan harmoni antara manusia dan lingkungan untuk mewujudkan keberlanjutan hubungan.
Komunikasi yang dilakukan bersifat sederajat dalam arti satu pihak tidak berusaha menjadi lebih (mempengaruhi, menonjol, mengintervensi) dari pihak yang lain. Manusia dianggap memiliki derajat yang sama dengan lingkungan, karena itu komunikasi yang dibangun egaliter dan tidak mendominasi.
Menjadi komunikator lingkungan tidak berarti kita harus mencontoh apa yang dilakukan oleh masyarakat tradisional Papua seperti upacara-upacara adat dan sebagainya. Namun subtansi dari model komunikasi mereka yang kita renungi, pahami dan amalkan. Subtansi seperti penghormatan terhadap alam (ekosentris), menjaga keseimbangan alam, beraktifitas dengan batasan daya tampung dan daya lenting alam, dan sebagainya.

III. MODEL-MODEL KOMUNIKASI
Model komunikasi adalah bagian dari strategi komunikasi. Strategi komunikasi secara makro maupun secara mikro mempunyai fungsi ganda:
1. Menyebarluaskan pesan komunikasi yang bersifat informatif, persuasive dan instruktif secara sistematik kepada sasaran untuk memperoleh hasil optimal
2. Menjembatani “cultural gap” akibat kemudahan diperolehnya dan kemudahan dioperasionalkannya media massa yang begitu ampuh, yang jika dibiarkan akan merusak nilai-nilai budaya.
Strategi komunikasi merupakan paduan dari perencanaan komunikasi dan manajemen komunikasi untuk mencapai suatu tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut strategi komunikasi harus dapat menunjukkan bagaimana operasionalnya secara taktis harus dilakukan.
Ada berbagai macam model komunikasi seperti model Lasswell, Teori S-O-R, model S-M-C-R, teori matematikal komunikasi, model sirkular, model Helical Dance, dan lain sebagainya.
Namun berdasarkan paparan masyarakat tradisional Papua, bagaimana mereka berhubungan dengan lingkungan maka model komunikasi yang paling mendekati adalah model Lasswell dan model sirkulasi Osgood dan Schramm
Model Lasswell menyatakan proses komunikasi adalah menjawab pertanyaan: Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect (Siapa mengatakan apa, melalui saluran apa, kepada siapa, dengan efek apa). Menurut Lasswell unsur-unsur proses komunikasi yaitu komunikator, pesan, media, komunikan dan efek.
Adapun fungsi komunikasi menurut Lasswell adalah sebagai berikut:
1. The surveillance of the environment (pengamatan lingkungan)
2. The correlation of the parts of society in responding to the environment (korelasi kelompok-kelompok dalam masyarakat ketika menanggapi lingkungan)
3. The transmission of the social heritage from one generation to the next (transmisi warisan social dari generasi yang satu ke generasi yang lain)
Model sirkulasi Osgood dan Schramm

Sumber informasi memproduksi sebuah pesan untuk dikomunikasikan. Pesan tersebut terdiri dari kata-kata lisan atau tulisan, music, gambar, dll. Kemudian pesan menjadi, menyandi balik dan ditafsirkan kemudian menjadi pesan kembali dan begitu seterusnya seperti sebuah siklus.

IV. KOMUNIKASI LINGKUNGAN MASYARAKAT PAPUA
Masyarakat tradisional Papua mengenal model komunikasi seperti model komunikasi Lasswell dan model sirkulasi Osgood dan Schramm. Model komunikasi Lasswell tergambar dari sikap dan penghormatan mereka terhadap alam. Tanah ibarat ibu bagi mereka yang menaungi dan menjaga mereka.
Sedangkan model sirkulasi Osgood dan Schramm tergambar dari ritual yang mereka lakukan ketika mereka melakukan intervensi terhadap alam, misalnya upacara sebelum menebang pohon. Mereka khawatir alam akan memberikan respon seperti bencana alam apabila mereka bertindak pada lingkungan. Komunikasi masyarakat tradisional seperti Papua bersifat timbal balik, dua arah.
Komunikasi tersebut didasarkan pada konsep ekosentris yang mereka anut. Ekosentris yaitu konsep yang menganggap manusia bagian dari lingkungan karena itu manusia harus menghormati lingkungan. Manusia dan alam saling membutuhkan sehingga apabila manusia mengeksploitasi alam sewenang-wenang, maka alam akan menjadi rusak sehingga manusia sendiri yang akan merasakan akibat kerusakan alam. Karena itu komunikasi dengan lingkungan perlu dijaga agar tercipta lingkungan yang dapat terus mendukung aktifitas manusia.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven + eight =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

scroll to top