Masalah dan Manfaat Tanggungjawab Sosial Perusahaan atau Issues and Benefits of Corporate Social Responsibility | DR. Arif Zulkifli Nasution

Masalah dan Manfaat Tanggungjawab Sosial Perusahaan atau Issues and Benefits of Corporate Social Responsibility

Masalahnya yang terjadi program CSR tidak serta merta berangkat dari niat baik untuk memajukan masyarakat di sekitarnya. Jika diidentifikasi masalah CSR, maka akan ditemukan berbagai persoalan pada tahap realisasinya. Antara lain;
Pertama, aturan main CSR yang menekankan kewajiban terhadap perusahaan untuk melaksanakan CSR tidak sampai pada pemberiaan sanksi tegas yang bersifat “memaksa”. Sehingga ada begitu banyak perusahaan pelit, tak mau mengeluarkan sepeserpun penghasilannya untuk kepentingan sosial masyarakat.
Kedua, sebagian perusahaan memiliki kesadaran tingga akan pentingnya melaksanakan kewajiban CSR. Perusahaan pada golongan ini sadar bahwa hasil yang mereka dapatkan berkorelasi penting dengan lingkungan di sekitarnya, namun sayangnya sarana untuk menyalurkan kesadaran tersebut terbatas. Perusahaan ingin memberikan CSR namun masyarakatnya belum siap mengelola bantuan CSR tersebut. Itulah sebabnya ada banyak perusahaan yang kemudian melaksanaka kewajiban CSR jauh di luar Kota Bekasi.
Ketiga, CRS seringkali tidak tepat sasaran. Kehadiran industri di Kota Bekasi yang kini mencapai angka sekitar 900 perusahaan bak gula dirubung semut. Karena besarnya potensi CSR kemudian bermunculan lembaga-lembaga pengelola CSR meski sesungguhnya lembaga tersebut belum dapat dipertanggungjawabkan dedikasinya. Hal semacam inilah yang kemudian membuat program CSR tidak tepat sasaran.
Keempat, sinergitas antara pengusaha industri dan pemerintah belum optimal sehingga arah dan sasaran CSR tidak terencana dengan baik. Jika sudah demikian maka program CSR tak lebih dari sekadar formalitas nama agar perusahaan dipandang telah menunaikan salah satu kewajibannya, namun pada tingkat realitas sebenarnya CSR tak lebih dari sekadar kegiatan bakti sosial perusahaan terhadap masyarakat. Di sana tidak ada pendampingan atau pembinaan secara berkelanjutan, sehingga kegiatan sosial lebih banyak dilaksanakan secara sporadis tanpa ada target (goals) yang jelas dan pasti.

Keterlibatan perusahaan dalam program CSR dilatar belakangi oleh beberapa menfaat. dalam Focus Report (2004) mengemukakan enam manfaat atas implementasi program CSR, yaitu :
1. Manajemen Reputasi
Agar sukses, semua bisnis yang bersandar pada hubungan dengan stakeholders, tidak hanya fokus pada konsumen semata. Ketika hubungan antara perusahaan dengan stakeholders meningkat, dukungan potensial yang diberikan stakeholder kepada perusahaan dan tujuan strategisnya akan meningkat. Untuk mengkomunikasikan aktivitas CSR kepada stakeholder, beberapa perusahaan terkemuka membuat laporan tentang kinerja lingkungan, sosial dan etika mereka. aktivitas tersebut akan meningkatkan hubungan dengan stakeholders, dan akan mempermudah peningkatan nilai pasar.
2. Manajemen Resiko
Semua bisnis memiliki resiko dan membuat penilaian mengenai tingkat resiko yang paling tepat atas resiko bisnis tersebut. manajemen resiko memiliki pengaruh yang besar pada nilai pasar perusahaan jangka panjang. Beberapa perusahaan mengadopsi definisi resiko secara luas termasuk istilah resiko yang menyatakan masalah-masalah sosial dan lingkungan. Perusahaan yang menyatukan resiko dan peluang dengan keberlanjutan dalam proses penilaian resiko internal atau strategi mereka lebih mungkin untuk mengelola resiko secara efektif

3. Kepuasan Kerja
Sumber daya manusia merupakan hal penting bagi seluruh aktifitas bisnis. Perusahaan bergantung pada pekerjanya untuk menjalankan bisnis, dan bergantung pada hubungan dengan stakeholder lainnya untuk menciptakan dan memberikan nilai. Oleh karena itu, memahami dan menyesuaikan nilai-nilai pekerja denga nilai-nilai perusahaan adalah hal yang penting bagi kesuksesan bisnis. Lebih lanjut para pencari kerja mengevaluasi perusahaan berdasarkan pada kinerja CSR-nya selain kinerja keuangan. Jadi kinerja CSR perusahaan dapat membantu mempekerjakan tenaga kerja yang terbaik dan cemerlang untuk menjamin kesuksesan perusahaan

4. Inovasi dan Pembelajaran
Inovasi dan pembelajaran merupakan hal kritis bagi kesuksesan perusahaan jangka panjang. Kualitas memungkinkan perusahaan untuk mengidentivikasi peluang pasar baru dan membangun operasi yang efisien. Bukti terbaru menyebutkan bahwa perusahaan yang terkenal dengan CSR-nya menggunakan inovasi dan pembelajaran sebagai alat untuk mengubah hambatan lingkungan dan tekanan sosial menjadi peluang bisnis yang signifikan. Adanya masalah-masalah sosial dan lingkungan yang dihadapi dunia saat ini, akan menjadikan inovator dan wirausahawan memiliki keunggulan kompetitif.

5. Akses kepada modal
Invsestor percaya bahwa manajemen resiko memberi pengaruh posistif secara signifikan pada nilai pasar perusahaan jangka panjang. Sebagai hasilnya CSR seringkali dianggap sebagai indikator kualitas manajemen perusahaan. Akses kepada modal dapat membantu perusahaan memperoleh keuntungan atas munculnya peluang. Sebagai contoh investor tradisional, Bank serta lembaga keuangan lainnya mengembangkan alat untuk mengidentifikasi resiko sosial dan lingkungan yang terkait dengan investasi potensial.

6. Kinerja keuangan
Aktivitas CSR membantu perusahaan memperbaiki bottom line dengan beberapa cara; membantu perusahaan memahami bagaimana material digunakan dalam proses; mengurangi biaya operasional dengan secara aktif mengelola energi dan limbah; mengintegrasikan spesifikasi lingkungan kedalam aset-aset baru untuk mengurangi biaya daur ulang dan memperbaiki efisiensi.

Indikator keberhasilan diperlukan guna mengetahui dampak program CSR terhadap masyarakat. CSR yang ideal ialah yang dapat memberikan dampak positif terhadap tiga tataran, yakni ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hal ini diperlukan guna mendukung program pembangunan berkelanjutan yang saat ini tengah menjadi tujuan bersama masyarakat dunia. Min-Dong Paul Lee (2008) melakukan studi khusus terkait jejak dan perkembangan mengenai teori tanggungjawab sosial perusahaan untuk melihat refleksi implikasinya terhadap pembangunan. Upaya strategis yang dilakukan oleh berbagai pihak di dunia, termasuk perusahaan didalamnya, untuk menstimulasi pelibatan aktif masyarakat dalam mengatur hubungan perusahaan dengan lingkungan terus mengalami peningkatan. Walaupun pada kenyataanya upaya tersebut dikaitkan dengan kerangka internasional seperti halnya Millenium Development Goals (MDGs) (Dragicevic, 2008). Pertumbuhan atau peningkatan yang terjadi memperkuat pemahaman mengenai dampak dari kegiatan bisnis terhadap masyarakat dan lingkungan. Ada pula peningkatan kepentingan dari stakeholders, termasuk masyarakat, kepada perusahaan untuk mendemonstrasikan dampak CSR. Saat ini makin maraknya tren terhadap kepentingan dari sebuah perusahaan dan stakeholder nya untuk mengukur hasil dan memahami bagaimana CSR dapat memberikan nilai baik bagi perusahaan maupun komunitas.

CSR yang diterapkan oleh perusahaan akan mendatangkan berbagai manfaat bagi perusahaan dan masyarakat yang terlibat dalam menjalankannya.

Menurut Wibisono (2007) manfaat bagi perusahaan yang berupaya menerapkan CSR, yaitu dapat mempertahankan atau mendongkrak reputasi dan brand image perusahaan, layak mendapatkan social licence to operate,mereduksi risiko bisnis perusahaan, melebarkan akses sumberdaya, membentangkan akses menuju market, mereduksi biaya, memperbaiki hubungan dengan stakeholders, memperbaiki hubungan dengan regulator, meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan, serta berpeluang mendapatkan penghargaan. Sedangkan manfaat CSR bagi masyarakat menurut Ambadar (2008) yaitu dapat meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, kelembagaan, tabungan, konsumsi, dan investasi dari rumah tangga warga masyarakat.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

scroll to top