MANUSIA BERWAWASAN LINGKUNGAN atau GREEN PERSON | DR. Arif Zulkifli Nasution

MANUSIA BERWAWASAN LINGKUNGAN atau GREEN PERSON

Green person secara harfiah diartikan manusia hijau, namun dalam konteks ini manusia berwawasan lingkungan. Lalu siapakah manusia yang berwawasan lingkungan tersebut? Apakah orang yang bekerja di kementrian lingkungan hidup, atau orang-orang yang bergerak di LSM lingkungan, mahasiswa dan akademisi jurusan ilmu lingkungan di universitas, atau penerima hadiah kalpataru dapat dikatakan manusia berwawasan lingkungan? Apa criteria yang digunakan agar seseorang dapat dikatakan manusia berwawasan lingkungan?

when_to_plant_trees

Seseorang yang tidak pernah belajar ilmu lingkungan pun dapat dikatakan manusia berwawasan lingkungan asalkan falsafah dan tingkah lakunya mencerminkan penghormatan terhadap alam (ekosentris), menjaga keseimbangan alam (interaksi, interdependensi, harmoni, diversity, sustainability), memanfaatkan alam seperlunya (utilitas) dan mengajak orang lain untuk ikut memelihara alam (proaktif). Agar semua falsafah dan tingkah laku tersebut terpatri dalam diri kita, maka ada baiknya kita belajar pada suku-suku tradisional seperti suku baduy dalam.

MasyarakatBaduy menerapkan aturan ketat dan banyak sekali peraturan-peraturan yang harus dipatuhi seperti: semua satwa yang hidup harus dilindungi, para tamu yang masuk dilarang membawa sabun mandi, odol, sabun cuci, shampoo dan ala-alat mandi modern lainnya, karena bisa mencemari air dan membunuh kehidupan yang ada didalamnya. Memasak dengan minyak dilarang karena mencemari lingkungan. Menebang pohon, menembak binatang, menombak ikan dilarang karena merusak lingkungan. Memotret, membunyikan radio dianggap mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan. Bila ketahuan akan ditangkap dan dikeluarkan dari perkampungan Baduy Dalam ke Baduy Luar.

Sedangkan tamu yang berkunjung memiliki larangan tersendiri yaitu: tidak meracuni ikan di sungai, tidak merusak binatang-binatang di hutan memakai senjata angin, kerbau dilarang memasuki hutan kawasan Baduy Dalam tanah garapan dan hutan lindung, orang yang memasuki kawasan hutan lindung tidak boleh sewenang-wenang mengambil apa saja, tamu-tamu dari luar/tetangga desa, tidak boleh dari 24 jam berada di Baduy Dalam, tamu-tamu pengunjung tidak boleh mempergunakan alat eletronik seperti: alat memotret, alat membuat film, alam membuat rekaman suara, tidak mengkonsumsi narkoba dan minuman keras, tidak membuang sampah sembarangan (terutama dari bahan kaleng), tidak menggunakan odol atau sabun jika mandi di sungai, dilarang memotong kayu besar atau kecil di hutan lindung. Masyarakat Baduy Dalam tidak bersawah, tidak menggunakan cangkul, tidak mengembur gunung, merusak lembah karena semua itu dianggap mengaduk-ngaduk tanah yang suci tanah yang dititipkan kepada mereka yang hidup. Semua falsafah tersebut berdasarkan prinsip adanya interaksi antara manusia dan alam, hubungan yang saling menguntungkan antara manusia dan alam, hubungan yang harmoni dengan alam, keanekaragaman makhluk yang perlu dihormati dan semua bentuk hubungan tersebut mengarah pada upaya menciptakan kesinambungan dalam jangka panjang.

Mempelajari falsafah dan tingkah laku suku tradisional tidak berarti kita harus menjadi seperti mereka untuk menjadi manusia berwawasan lingkungan tetapi nilai atau subtansi dari tingkah lakunya yang kita pelajari dan ambil kemudian kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari mulai dari bangun tidur hingga kita tidur lagi.

Misalnya ketika kita bangun pagi yang kita butuhkan pertama sekali adalah air baik itu untuk membasuk muka, berwudhu (bagi yang muslim) atau mandi. Air yang digunakan hendaknya di tampung untuk digunakan mengepel, atau menyiram tanaman. Kemudian ketika hendak berangkat ke tempat kerja, ke kampus dan sebagainya, hendaknya lebih mengutamakan menggunakan kendaraan umum.

Menggunakan peralatan elektronik untuk bekerja dibanding menggunakan kertas menghemat kebutuhan kayu. Kalaupun menggunakan kertas usahakan sehemat mungkin, gunakan kertas bolak-balik. Apabila tidak mempunyai peralatan elektronik seperti computer, maka gunakan pensil untuk menulis agar kesalahan dapat segera di hapus, tidak sering membuang kertas, dan pensil terbuat dari bahan organic sehingga lebih mudah di uraikan oleh mikroba tanah. Kertas-kertas yang tidak digunakan lagi hendaknya di satukan agar dapat di daur ulang. Usahakan ruang kerja atau ruang belajar kita memiliki tanaman agar terjadi sirkulasi udara yang mencukupi. Listrik yang berada di kantor atau di ruangan hendaknya di hemat, lampu yang tidak perlu dimatikan dan penggunaan AC seperlunya tidak usah terlalu dingin, karena metabolism tubuh kita sebenarnya sudah cocok dengan kondisi luar. Ruangan kantor hendaknya di desain agar cahaya matahari dan udara segar dapat masuk. Cahaya matahari yang cukup dapat mengurangi penggunaan listrik.

Memesan atau mengambil makanan secukupnya berarti menghargai diri sendiri, dan menghabiskan semua makanan dan minuman yang dipesan atau di ambil berarti menghormati alam. Menggunakan piring atau gelas kaca menghemat pemakaian piring atau gelas kertas yang sekali pakai buang. Dianjurkan menggunakan tangan ketika makan karena menghemat pemakaian barang, air dan sabun cuci.

Mengikuti perkembangan model baik dalam pakaian, tas, sepatu, aksesoris atau model rambut boleh-boleh saja, tetapi kalau semua model diikuti sehingga jumlah barang-barang yang dimiliki kelewat banyak berarti memusuhi lingkungan. Barang-barang tersebut akan menjadi limbah, menambah beban alam untuk menguraikannya.

Apabila berbelanja persiapkan tas belanja sendiri, lebih tahan lama dan tidak menimbulkan limbah plastic baru. Mengurangi berbelanja makanan dan minuman dengan kemasan yang sulit dihancurkan. Menyediakan tempat sampah yang cukup dan menampung jenis sampah untuk dipilah-pilah

Mencuci pakaian gunakan ember jangan langsung di bawah kran karena lebih boros air. Mesin cuci pakaian dan piring lebih hemat air. Mencuci kendaraan lebih baik menggunakan ember dan kain lap dibanding menggunakan kran karena lebih hemat air. Mandi berendam lebih boros air dibanding menggunakan gayung.

Menggunakan sumber energy alternative selain listrik di rumah misalnya energy matahari bagi rumah dengan intensitas matahari tinggi, energy angin untuk rumah dengan sumber anginyang cukup, energy pembakaran biogass bagi rumah di daerah peternakan, energy pembakaran limbah pertanian bagi rumah di daerah pertanian dan sebagainya

Sedangkan untuk penanganan sampah, manusia yang berwawasan lingkungan akan proaktif untuk mengolah sampah organic. Sampah organic dapat dijadikan kompos. Apabila waktu kita terbatas untuk mengolah kompos, maka kita dapat proaktif sambil membuka lapangan kerja, menyuruh orang untuk membuat kompos lalu hasilnya kita jual.

Untuk apa kita repot-repot melakukan reformasi terhadap gaya hidup kita, dan apa pentingnya menjadi manusia berwawasan lingkungan?

Reformasi terhadap tingkah laku kita akan sangat bermanfaat pada diri kita sendiri, bergaya hidup sederhana dapat meminimalkan pengeluaran, lebih memilih berjalan atau menggunakan sepeda kalau bepergian pada jarak yang dekat akan meningkatkan kesehatan kita, tidak makan berlebihan dan mengurangi makanan berlemak akan mengurangi resiko penyakit, menggunakan air daur ulang untuk mencuci, mengepel atau menyiram tanaman dapat menghemat persediaan air tanah, membuat sumur resapan di halaman dapat meningkatkan persediaan air tanah, menampung air hujan dapat mengurangi penggunaan air tanah, memperbaiki barang yang masih dapat diperbaiki dapat memperlama masa penggunaan barang , dsbnya.

Cyclists line up to register at the start of the ride.

Menjadi manusia berwawasan lingkungan memang tidak mudah, kita perlu memikirkan ulang segala tingkah laku kita, mereformasi pemikiran dan memilih tindakan yang paling tepat dari berbagai macam pilihan, misalnya memilih kursi plastic atau kayu. Sebagian akan menjawab memilih kursi plastic karena kursi plastic tidak berasal dari kayu yang berarti harus menebang pohon sedangkan yang menjawab memilih kursi kayu karena kursi kayu lebih awet, kursi plastic sulit di daur ulang, dan kayunya berasal dari pohon yang legal untuk ditebang.

Pilihan yang tepat dikembalikan kepada diri kita sendiri, kalau kita memiliki perilaku pengguna yang baik, telatan merawat barang dan frekuensi pemakaian kursi rendah, ada baiknya kita memilih kursi kayu karena usia pemakaiannya dapat lebih tinggi sedangkan apabila kursi tersebut kita letakkan di teras, sering dipindah-pindahkan, atau perawatannya kurang baik maka ada baiknya kita memilih kursi plastic.

Misalnya juga kita dihadapkan pada pilihan naik kendaraan pribadi atau mobil dibanding naik kendaraan umum, maka pilihan tersebut kembali kepada diri kita sendiri. Kalau nantinya mobil tersebut di tempat kerja tidak banyak berfungsi hanya di parkir seharian, atau bawaan kita tidak banyak dan merupakan bawaan rutin ke kantor ada baiknya kita memilih kendaraan umum. Namun apabila mobil yang kita bawa nantinya frekuensi pemakaiannya tingi dan bawaan kita banyak karena ada presentasi, maka menggunakan kendaraan pribadi juga tidak masalah.

Masalah memilih yang paling efektif merupakan masalah klasik. Dalam ilmu lingkungan memilih yang paling efektif selain di dasarkan pertimbangan efisien juga aspek ekosentris dan keseimbangan alam. Kesemua pilihan hidup kita hendaknya didasarkan pada bagaimana meminimalkan penggunaan sumber daya alam supaya tidak cepat habis dengan cara memilih mana produk yang usia penggunaannya paling lama, kemasan yang dapat di daur ulang dan produk yang tidak membutuhkan sumber daya yang besar baik dalam memproduksinya maupun mempromosikannya.

Mengapa kita perlu repot-repot menjadi manusia berwawasan lingkungan? Karena bumi yang kita tempati saat ini sedang sakit dan membutuhkan perawatan. Kalau di biarkan sakit terus maka bumi tidak akan sanggup lagi menahan aktifitas kita dan akhirnya segala yang kita lakukan akan mendapat reaksi dari alam, misalnya kasus lumpur lapindo, mau mengebor gas ternyata yang dapat lumpur, setiap tahun banjir selalu menggenai rumah warga Jakarta karena daerah resapan air yang kurang dan sampah menutup aliran sungai atau selokan, setiap saat ombak besar mudah-mudahan bukan tsunami menghantui warga pesisir karena mangrovenya habis di tebangi.

Walaupun saat ini reaksi alam terhadap tingkah laku kita (ingat hukum Newton III: ada aksi maka timbul reaksi) belum begitu parah namun kalau hal tersebut dibiarkan terus maka kita akan mewarisi alam yang sudah sekarat kepada anak cucu kita. Entah bagaimana bentuk adaptasi mereka terhadap perubahan alam, entah berapa orang saja yang sanggup bertahan dengan kerasnya penolakan alam terhadap aktifitas manusia, atau entah sampai generasi ke berapa yang namanya spesies manusia ada. Tentu kita tidak ingin semua ini terjadi, karena itu penawaran menjadi manusia berwawasan lingkungan tidak dapat di tunda lagi. Mulailah dari diri kita sendiri, pikirkan masa depan, dan lakukan sekarang.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

scroll to top