Manajemen Diri atau Self Management

“Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat, karena tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras; dan keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan”
(Thomas Alfa Edison)

Setiap orang mempunyai cita-cita yang berbeda-beda. Cita-cita hidup yang berbeda-beda, karena setiap orang memiliki pemikiran dan keinginan yang berbeda-beda. Untuk mencapai cita-cita tersebut, maka diperlukan rencana untuk mencapainya. Rencana untuk mencapai cita-cita membutuhkan pengelolaan diri yang baik. Tanpa pengelolaan diri yang baik, cita-cita tersebut sulit untuk tercapai. Pengelolaan diri yang baik tersebut disebut manajemen diri

Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka, 2001) manajemen memiliki dua arti, yaitu;
a. penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran; dan
b. pimpinan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi.

Menurut James Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan semua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Sedangkan Menurut Mary Follet, Manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus.

Karena itu penambahan kata diri pada manajemen diri merupakan totalitas manusia sebagai perpaduan dari jasad dan ruhani, fisik yang bisa dilihat dan sesuatu yang tak terlihat yang menggerakan fisik (hati; pikiran; jiwa). Diri adalah totalitas dari pemikiran, keinginan, dan gerakan yang dilakukan dalam ruang dan waktu. Maka, diri merupakan perpaduan antara intelektual, emosional, spiritual, dan fisik. Setiap kita memerlukan penataan dan pengelolaan dalam kehidupan ini. Karena banyak aktifitas yang kita lakukan, sementara waktu yang dimiliki tidak mencukupi untuk melakukan semua aktifitas tersebut. Oleh karena itu kita memerlukan Manajemen Diri.

Manajemen diri menurut Stephen M. Edelson, Ph.D, adalah istilah psikologi yang digunakan untuk menjelaskan proses mencapai kemandirian. Istilah manajemen diri merupakan pengendalian diri terhadap pikiran, ucapan, dan perbuatan yang dilakukan, sehingga mendorong pada penghindaran diri terhadap hal-hal yang tidak baik dan peningkatan perbuatan yang baik dan benar. Manajemen diri adalah sebuah proses merubah “totalitas diri” baik itu dari segi intelektual, emosional, spiritual, dan fisik agar apa yang diinginkan tercapai.

Covey (1997) secara khusus menyatakan manajemen diri didefinisikan sebagai suatu cara yang dilakukan oleh individu, yaitu : dengan mengorganisasi kehidupannya dengan cara mendahulukan apa yang harus didahulukan. Dan manajemen diri itu sendiri merupakan upaya sistematis dan terus-menerus yang dilakukan seseorang seumur hidupnya untuk mencapai tujuan dan misi hidupnya dengan cara meningkatkan kualitas hidup serta vitalitas / kesehatan tubuhnya melalui pengenalan terhadap potensi terbaik dirinya, penyempurnaan diri (termasuk pembelajaran secara terus-menerus dan pengembangan jaringan sosial hidupnya).

Manajemen diri dapat meningkatkan potensi dan mengarahkan manusia mencapai cita-citanya. Beberapa manfaat apabila kita dapat menerapkan manajemen diri adalah
1. Dapat menjadikan kita, pribadi yang menghargai waktu. Karena waktu tidak dapat di beli dan tidak dapat datang untuk kedua kalinya maka seseorang yang memiliki manajemen diri dengan baik, dapat menggunakan waktu dengan sebaik- baiknya. Mengenai manajemen waktu akan kita bahas dalam bab sendiri
2. Manajemen diri dapat memperluas jaringan kita.
Dengan membentuk diri menjadi pribadi yang baik, maka seseorang tidak akan kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain, pergaulannya luas dan memiliki banyak teman.
3. Manajemen diri menuntun kita mencapai cita-cita
Manajemen diri memberikan cara bagaimana seseorang mencapai cita-citanya. Manajemen diri yang baik akan melahirkan motivasi berprestasi, dan produktifitas kinerja. Motivasi dan produktifitas akan mempercepat seseorang mencapai cita-cita yang diinginkan

Manajemen diri sangat penting karena ketika seseorang memanajemeni dirinya berarti dia selalu bersikap waspada, memiliki perencanaan yang jelas, dan selalu mengawasi diri sendiri, walaupun pada pelaksanaannya gagal dalam satu waktu dan berhasil pada kesempatan lain. Syarat utama sukses dalam hidup yaitu keberhasilan menerapkan manajemen diri, dan bagaimana berinteraksi dengan diri sendiri secara efektif. Kegagalan kita berinteraksi dengan diri sendiri akan mengakibatkan kegagalan dalam kehidupan ini.

Maxwell (Prijosaksono, 2001) menjelaskan aspek- aspek yang terdapat dalam manajemen diri antara lain:
1. Pengelolaan waktu. Waktu merupakan hal utama dalam manajemen diri. Mengelola waktu berarti mengelola kehidupan. Seseorang yang dapat mengelola waktu dengan baik berarti dapat mengelola kehidupan. Pengelolaan waktu berarti mengatur waktu dengan sebaik-baiknya agar dapat mencapai sasaran dan tujuan dalam kehidupan dan pekerjaan secara efektif dan efisien.
2. Hubungan antar manusia. Hubungan antar manusia merupakan pilar utama dalam manajemen diri, karena individu selalu berhubungan dengan orang lain dalam hampir semua aspek kehidupan. Hubungan personal yang erat dapat menjadi sumber kekuatan dan pembaruan yang terus menerus. Efektif tidaknya hubungan seseorang dengan orang lain sangat mempengaruhi pencapaian hal – hal terbaik dalam kehidupan. Hubungan personal yang erat berarti mengembangkan kehidupan yang lebih bermakna baik itu ditempat kerja atau dalam kehidupan tinggal. Cara berhubungan dengan orang lain merupakan kunci sukses utama kesuksesan. Dalam hidup seseorang membutuhkan teman, sahabat, rekan kerja, pasangan hidup maupun mitra bisnis. Seseorang membutuhkan orang lain yang dapat diajak berbagi keceriaan, kesedihan, ketakutan, kegagalan, dan keberhasilan. Interaksi dengan berbagai macam orang dapat membangun seseorang pada tingkat kehidupan yang terdalam.
3. Perspektif diri. Perspektif diri terbentuk jika individu dapat melihat dirinya sama dengan apa yang dilihat orang lain pada dirinya. Individu yang dapat melihat dan menilai dirinya sama dengan apa yang dilihat dan dipikirkan oleh orang lain pada dirinya berarti individu tersebut jujur dan nyata dalam menilai dirinya. Individu yang jujur dalam menilai dirinya memiliki penerimaan diri yang lebih luas yang pada akhirnya akan mempermudah individu dalam manajemen diri. Sebaliknya jika individu tidak jujur maka akan cenderung pada suatu kebohongan pada diri sendiri. Individu tersebut akan menciptakan cermin diri yang semu sehingga individu tidak dapat menerima kenyataan dirinya.

Sedangkan menurut John C.Maxwell langkah-langkah manajemen diri adalah sebagai berikut :
1) buatlah komitmen untuk bertumbuh setiap hari
2) hargai proses lebih dari peristiwa yang terjadi
3) jangan menunggu inspirasi\
4) bersedia mengorbankan kesenangan demi kesempatan
5) memiliki impian besar
6) urutkan prioritas
7) berkorban untuk memperoleh peningkatan.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

scroll to top