Laporan Audit Lingkungan atau Environmental Audit Report | DR. Arif Zulkifli Nasution

Laporan Audit Lingkungan atau Environmental Audit Report

Laporan Audit
1. Persiapan pembuatan laporan audit
a. Penulisan laporan audit
b. Konfirmasi dengan sumber-sumber dari semua temuan audit
c. Penyajian laporan audit
2. Isi laporan audit
a. Identifikasi industri yang diaudit (gambaran umum dan khusus industri)
b. Bagian-bagian yang diaudit dan tanggal dilaksanakannya audit
c. Tujuan dan ruang lingkup audit yang telah disepakati
d. Rangkuman dari proses audit termasuk hambatan-hambatan yang dialami
e. Penemuan-penemuan audit
f. Pernyataan jaminan kerahasiaan laporan audit

Kerangka Laporan Audit
A. Daftar isi
1. Bersifat non teknis
2. Penyajianyang jelas mengenai penemuan-penemuan audit dan rekomendasi-rekomendasi yang disarankan.
B. Abstraksi yang menunjukkan penemuan-penemuan yang penting :
1. Gambaran-gambaran mengenai tim audit dan obyek yang diaudit.
2. Tujuan dan ruang lingkup
3. Rangkuman dari kriteria dan perencanaan audit.
C. Tinjauan Lokasi
1. Deskripsi mengenai proses-proses dan operasional yang ada
2. Kajian awal kinerja lingkungan obyek yang diaudit
D. Penilaian kinerja lingkungan obyek yang diaudit terhadap kriteria audit yang telah disepakati, kekuatan dan kelemahan yang dimiliki dan mengidentifikasi adanya ketidaksesuaian
E. Kesimpulan dari hasil proses audit
1. Siapa saja yang menjadi responden
2. Bagian-bagian mana saja yang diobservasi
3. Dokumen-dokumen apa saja yang diperiksa
4. Hambatan-hambatan yang dialami
F. Penemuan-penemuan audit (yang didukung oleh bukti-bukti)
1. Adanya ketidaksesuaian dengan kriteria audit yang disepakati
2. Efektifitas manajemen dan/atau sistem kontrol
3. Efektifitas dalam pencapaian tujuan dan sasaran
4. Faktor-faktor resiko lingkungan
G. Rekomendasi-rekomendasi
1. Saran-saran mengenai alternatif-alternatif apa saja yang dapat diambil untuk proses perbaikan dan peningkatan kinerja.
2. Hindari pernyataan-pernyataan yang terlalu menghakimi
3. Jangan sampai rekomendasi yang disarankan terkesan seperti memberi suatu instruksi.

Audit limbah yang baik, mempunyai karakteristik:
• Mengumpulkan seluruh data dari unit proses, produk, bahan baku, penggunaan air dan timbulan limbah
• Mengindentifikasi sumber, kuantitas dan jenis limbah yang dihasilkan
• Mengidentifikasi luasan limbah, kehilangan dan masalahnya
• Mengidentifikasi konstituen limbah
• Menitikberatkan pada efisiensi dan inefisiensi proses
• Menyusun target untuk reduksi limbah
• Mendukung pembentukan strategi pengelolaan limbah yang efektif secara ekonomis
• Meningkatkan pemahaman pekerja atas proses produksi dan penghargaan atas keuntungan dari proses reduksi limbah.

Langkah awal audit limbah:
Perlunya keterlibatan seluruh management dan pekerja. Keterlibatan ini bisa terjadi apabila perusahaan memahami keuntungan yang dapat diperoleh dari:
• Turunnya timbulan limbah
• Turunnya konsumsi bahan baku
• Turunnya biaya pengolahan limbah
• Turunnya tingkat pertanggungjawaban
• Turunnya hubungan masyarakat
• Meningkatnya efisiensi proses sehingga meningkatkan keuntungan perusahaan

Pendekatan Proses Audit Limbah Ada Enam Fase:
Fase ke-1 : Pemahaman Proses Dalam Pabrik
Langkah 1: Membuat list unit-unit proses
Langkah 2: Membuat diagram alir proses

Fase ke-2 : Pembatasan Masukan Dalam Proses
Langkah 3: Menetapkan penggunaan sumber
Langkah 4: Menginvestigasi penyimpanan bahan baku dan kehilangan saat penanganannya.
Langkah 5: Merekam penggunaan air
Langkah 6: Menetapkan level penggunaan kembali limbah

Fase ke-3 : Pembatasan Keluaran Dari Proses
Langkah 7: Mengkuantifikasi keluaran proses
Langkah 8: Menghitung aliran air limbah
Langkah 9: Mendokumentasi limbah yang disimpan dan dibuang ke tempat pembuangan akhir

Fase Ke-4 : Penguasaan Kesetimbangan Massa
Langkah 10: Merangkum informasi masukan dan keluaran proses
Langkah 11: Menurunkan kesetimbangan massa awal untuk unit proses
Langkah 12: Mengevaluasi ketidakseimbangan massa
Langkah 13: Menyempurnakan kesetimbangan massa

Fase Ke-5 : Pengidentifikasian Alternatif Reduksi Limbah
Langkah 14: Mengkaji cara-cara yang digunakan dalam mereduksi limbah
Langkah 15: Menargetkan masalah aliran limbah
Langkah 16: Membuat alternatif reduksi limbah jangka panjang

Fase Ke-6 : Analisis C/B Dan Pelaksanaan Rencana Aksi
Langkah 17: Melaksanakan analsis cost/benefit untuk pengolahan dan reduksi limbah
Langkah 18: Melaksanakan rencana implementasi, mengurangi limbah dan meningkatkan efisiensi produksi.

Metodologi Audit Lingkungan
1. Daftar isi (Table of Content)
2. Daftar Uji Sederhana (Checklist)
3. Questionare
4. Pedoman (Guideline)
5. Sistem Peringkat (Rating System)

Metode Questioner
Memberikan arahan dan petunjuk kepada auditor dalam mengisi daftar pertanyaan dan atau cara mengajukan pertanyaan. Pada metode ini, jawaban pertanyan sudah tersedia.

Contoh bentuk jawaban yang disediakan pada metode ini:
1. Jawaban pertanyaan langsung menunjukkan perbedaan secara jelas dalam bentuk: “iya/tidak/tidak tahu”
2. Jawaban menunjukkan tingkat implementasi:
a. Tidak ada aksi atau belum ada
b. Dalam proses
c. Peran terbatas
d. Peran memadai
e. Belum berlaku

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

scroll to top