Lingkungan

Konversi Lahan di Pantai Indah Kapuk

Lahan merupakan sumberdaya alam strategis bagi pembangunan. Hampir semua sektor pembangunan fisik memerlukan lahan seperti sektor pertanian, kehutanan, perumahan, industri, pertambangan dan transportasi sejalan dengan meningkatnya aktivitas pemangunan dan meningkatnya pertambahan penduduk, kebutuhan akan lahan juga meningkat dengan pesat sementara ketersediaan dan luas lahan pada dasarnya relatif tetap. Walaupun criteria lahan yang diperlukan untuk setiap sektor berbeda, akan tetapi pada kenyataannya masih sering terjadi benturan kepentingan dan alih fungsi lahan.

Kasus alih fungsi lahan yang biasa disebut konversi lahan sering muncul kepermukaan dan menimbulkan problematika. Wilayah Jakarta Utara yang di dalamnya terdapat daerah Pantai Indah Kapuk menghadirkan permasalahan baru dibalik permukiman yang mencirikan eksklusivitas dan kehidupan kaum urban.

Lahan di daerah Pantai Indah Kapuk (PIK) dimanfaatkan untuk berbagai sektor yang bertolak belakang dan tidak saling mendukung. Kawasan yang pada awalnya adalah suaka margasatwa dan ikatan mata rantai ekosistem yang dinamis kini hanya menjadi asset ekonomi yang menghasikan profit bagi pihak-pihak tertentu yang mencari keuntung dari proyek tersebut yang bernilai ekonomis lebih diprioritaskan dibanding proyek pelestarian lingkungan dan sumberdaya.

Pembangunan perumahan Pantai Indah Kapuk pada dasarnya mencirikan eksklusivitas dengan menghadirkan konsep berbeda dengan perumahan elite lainnya dengan fasilitas yang serba lengkap dan berciri masyarakat urban dengan segala kemudahan bagi para penghuninya yang notabene merupakan kaum metropolis yang memiliki penghasilan diatas rata-rata. Kemudian para pengembang mengadakan, membuat, mengatur dan ingin menciptakan suatu hunian yang strategis di lahan yang belum di sentuh oleh kepentingan ekonomi.

Padahal dengan mengambil keuntungan dari profit yang justru merusak ekosistem, ekologi dan keanekaragaman hayati justru mendatangkan permasalahan dan kerugian yang lebih besar. Contohnya adalah masalah banjir yang setiap tahunnya melanda Jakarta. Daerah Pantai Indah Kapuk dengan permukiman yang bernama Pondok Indah Kapuk dibangun di wilayah di bawan permukaan air laut. Akibatnya alih fungsi lahan yang bersifat permanent ini membuat tidak adanya resapan air, akibatnya banjir akan terjadi di sekitar wilayah Pantai Indah Kapuk.

Pembangunan wilayah Pantai Indah Kapuk yang dilakukan dengan menguruk alur-alur sungai dengan tanah yang sekarang tingginya melebihi jalan bebas hambatan menuju Bandara Soekarno-Hatta merupakan bukti penenggelaman Jakarta.

Selain itu pihak pengembang permukiman elit tidak Karena dengan menutup daerah resapan air secara tidak sadar perumahan tersebut telah membuat genangan-genangan baru yang akan menenggelamkan wilayah disekitarnya.

Selain sebagai pemukiman elite pihak pengembang tidak membiarkan warganya untuk kebanjiran sehingga air yang masuk kedalam pemukiman dikeluarkan kedaerah sekitarnya.

Dampak pendirian Pantai Indah Kapuk selain berakibat pada terjadinya musibah banjir dan tidak adanya daerah resapan air yang mampu melindungi kota Jakarta terutama pada saat musim hujan dari banjir dan musim kemarau dari kekeringan juga merusak ekosistem rawa dan sungai yang memiliki vegetasi berupa tanaman bakau, selain itu penimbunan rawa yang merupakan penampung dan penahan air menjadikan aliran air dari hulu ke hilir tertahan dan menyebabkan genangan. Ditambah lagi adanya penyempitan dan penyumbatan kanal dan sungai utama.

Untuk mencegah permasalahan yang semakin kronis maka yang harus dilakukan adalah

1. evaluasi sumberdaya lahan, perencanaan pembangunan lahan, penegakan hukum bagi pihak yang melanggar,

2. menjaga dan memperbaiki ekosistem di wliayah Pantai Indah Kapuk,

3. menyusun langkah strategis guna memperbaiki tata guna lahan dan tata ruang wilayah sehingga ada alternative daerah resapan air di Pantai Indah Kapuk dan

4. pencegahan serta langkah alternatif dalam mengantisipasi debit air permukaan yang semakin besar ke wilayah sekitar Pondok Indah Kapuk serta sulitnya pasokan air tanah pada saat musim kemarau.

5. Sistem pembuangan air yang dilakukan oleh pengembang sebaiknya menggunakan sistem yang baik sehingga pembuangannya tidak merugikan pihak lainnya. Drainase yang menggunakan parit bertingkat yang kemudian air tersebut dapat diolah mungkin menjadi solusi terbaik. Sehingga genangan-genangan besar tidak muncul saat musim hujan tiba. Dan kekeringan tidak menjadi hal yang menakutkan disaat musim kemarau tiba. Langkah yang akan dilakukan membutuhkan peran serta semua pihak mulai dari pemerintah, pengembang, pemilik lahan, masyarakat, pihak akademisi dan beragam pihak yang terkait.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button