Konsepsi Jasa Ekosistem, Daya Dukung dan Daya Tampung | DR. Arif Zulkifli Nasution

Konsepsi Jasa Ekosistem, Daya Dukung dan Daya Tampung

Konsepsi Jasa Ekosistem, Daya Dukung dan Daya Tampung
Menurut UU 32/2009 penentuan daya dukung dan daya tampung berdasarkan pada inventarisasi lingkungan hidup dan ekoregion. Inventarisasi lingkungan hidup dilaksanakan untuk memperoleh data dan informasi mengenai sumber daya alam. Pemetaan ekoregion ditujukan untuk:
a. Unit analisis dalam penetapan daya dukung dan daya tampung
b. Dasar dalam penyusunan RPPLH
c. Memperkuat kerjasama dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup
d. Acuan untuk pengendalian dan pelestarian jasa ekosistem
e. Acuan pemetaan pada skala yang lebih besar

Pada ekosistem terdapat struktur dan proses. Struktur ekosistem adalah berbagai elemen biotik dan abiotik yang terdapat pada ekosistem tersebut. Sedangkan proses pada ekosistem adalah interaksi antar elemen tersebut yang biasanya berupa aliran materi, aliran energi, dan aliran informasi.

Konsep ekoregion dapat dikatakan sebagai bentuk implementasi konsep ekosistem, atau dapat dikatakan sebagai ekosistem region. Peta ekoregion yang sudah dikembangkan pada saat ini didasarkan pada karakteristik bentang alam,berupa geomorfologi, dan morfogenesa.

Peta ekoregion telah mampu mendeliniasi batas-batas karakteristik tersebut, sehingga dapat terlihat perbedaan karakteristiknya. Sebagai ekosistem, setiap karakteristik ekoregion akan membentuk ekosistem dengan fungsi ekosistem yang berbeda menurut karakteristiknya. Namun demikian, peta ekoregion belum cukup untuk memberikan informasi jasa ekosistem, namun bisa memberikan indikasi fungsi yang mungkin dominan pada suatu ekoregion.

Klasifikasi fungsi ekosistem ada empat (de Groot et al, 2000), yaitu: fungsi pengaturan, fungsi habitat, fungsi produksi, dan fungsi informasi. Fungsi pengaturan merupakan fungsi yang memberikan jasa ekosistem berupa kapasitas alami atau semi alami untuk mengatur proses ekologi dan mendukung sistem kehidupan. Fungsi habitat memberikan jasa ekosistem berupa tempat untuk tinggal dan berkembang biak.

Fungsi produksi memberikan jasa ekosistem berupa penyediaan materi dan energi yang dibutuhkan oleh kehidupan. Sedangkan fungsi informasi memberikan jasa ekosistem yang bermanfaat bagi kesehatan jiwa manusia.
Jika dikaitkan dengan daya dukung dan daya tampung, fungsi ekosistem dapat mewakili keduanya. Dapat diartikan bahwa daya dukung dan daya tampug merupakan kapasitas fungsi ekosistem dan jasa ekosistem dalam mendukung perikehidupan manusia atau makhluk lainnya yang berada pada suatu lokasi tertentu (ekoregion). Fungsi regulasi akan dapat mendukung daya tampung, sedangkan ketiga fungsi lainnya akan mendukung daya dukung.

Penggunaan sumber daya oleh manusia untuk kepentingan dan kesejahteraan manusia inilah yang disebut dengan jasa ekosistem. Kesejahteraan manusia dapat menjadi indikator kesehatan ekosistem atau kesehatan lingkungan hidup pada suatu wilayah. Pemetaan jasa ekosistem yang berbasiskan pada data spasial akan memberikan keuntungan karena dapat disintesiskan dengan peta ekoregion.

Sebagai unit analisis dalam penetapan daya dukung dan daya tampung, peta ekoregion tidak dapat langsung digunakan, tetapi harus disintesis dengan data lainnya sehingga dapat memberikan informasi yang dibutuhkan. Salah satunya adalah peta jasa ekosistem.

Metode Pemetaan Jasa Ekosistem
Ekosistem adalah entitas yang kompleks yang terdiri atas komunitas tumbuhan, binatang, dan mikroorganisme yang dinamis beserta lingkungan abiotiknya yang saling berinteraksi sebagai satu kesatuan unit fungsional (MA, 2005).

Fungsi ekosistem adalah kemampuan komponen ekosistem untuk melakukan proses alam dalam menyediakan materi dan jasa yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung (De Groot, 1992). Jasa ekosistem adalah keuntungan yang diperoleh manusia dari ekosistem (MA, 2005).

Jasa ekosistem dikategorikan menjadi empat, yaitu meliputi jasa penyediaan (provisioning), jasa pengaturan (regulating), jasa budaya (cultural), dan jasa pendukung (supporting) (MA, 2005). Berdasarkan empat kategori ini, dikelaskan ada 23 kelas klasifikasi jasa ekosistem, yaitu (De Groots, 2002):
a. Jasa Penyediaan: (1) Bahan makanan, (2) Air bersih, (3) Serat, bahan bakar, dan bahan dasar lainnya, (4) Materi genetik, (5) Bahan obat dan biokimia, (6) Spesies hias.
b. Jasa Pengaturan: (7) Pengaturan kualitas udara, (8) Pengaturan iklim, (9) Pencegahan gangguan, (10) Pengaturan air, (11) Pengolahan limbah, (12) Perlindungan tanah, (13) Penyerbukan, (14) Pengaturan biologis, (15) Pembentukan tanah.
c. Budaya: (16) Estetika, (17) Rekreasi, (18) Inspirasi, (19) Warisan dan indentitas budaya, (20) Spiritual, (21) Pendidikan.
d. Pendukung: (22) Habitat berkembang biak, (23) Perlindungan plasma nutfah.

Untuk melihat jasa ekosistem dalam suatu ekoregion maka dilakukan suatu metode valuasi jasa ekosistem dengan pendekatan landuse based proxy.
Berdasarkan pada Peta Tutupan Lahan akan diperhitungkan indeks jasa ekosistem perkelas lahan dan indeks jasa ekosistem total (IJET) (Mashita, 2012). Pendekatan ini dimaksudkan untuk melihat pola distribusi dan kualitas secara spasial dari setiap jasa ekosistem pada setiap ekoregion yang dinilai melalui peta tutupan lahannya.

Aplikasi Peta Ekoregion dan Peta Jasa Ekosistem
Peta ekoregion dan peta jasa ekosistem dapat menjadi sumber informasi dalam menetapkan daya dukung dan daya tampung. Dari kedua peta tersebut dapat dilihat pada satu satuan ekoregion jasa ekosistem yang dominan.
Sebagai contoh, peta koregion di daerah Jawa mempunyai karakteristik dataran vulkanik dan pegunungan vulkanik.
Karakteristik ekoregion dataran vulkanik di Pulau Jawa diantaranya adalah:
a. Memiliki tanah yang subur dengan kandungan hara tinggi, solum tebal, mampu meresap air hujan sebagai imbuh air tanah dengan baik, dominan masyarakat sebagai petani, pertumbuhan penduduk pesat dan kepadatan tinggi.
b. Perkembangan wilayah yang pesat dan pertumbuhan penduduk yang tinggi menyebabkan kebutuhan lahan semakin tinggi, ancaman berupa alih fungsi lahan pertanian.

Karakteristik ekoregion pegunungan vulkanik di Pulau Jawa diantaranya memiliki sifat sebagian besar ekoregion ini masih berhutan lebat, memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, memiliki sumber daya air permukaan maupun air tanah yang melimpah sepanjang tahun, berperan sebagai sumber cadangan air yang besar. Kedua karakteristik ekoregion ini dapat berdasarkan jasa ekosistemnya.
Kedua tipe ekoregion tersebut menkonfirmasi hubungan yang kuat antara karakteristik ekoregion, fungsi ekosistem, dan jasa ekosistem. Jika semua jasa ekosistem dalam satuan ekoregion di ‘gabungkan’ akan menjadi indikator terhadap daya dukung dan daya tampung pada suatu satuan ekoregion.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + 10 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

scroll to top