KELUARGA BERWAWASAN LINGKUNGAN atau GREEN FAMILY | DR. Arif Zulkifli Nasution

KELUARGA BERWAWASAN LINGKUNGAN atau GREEN FAMILY

Pada hakikatnya pencemaran rumah tangga melebihi pencemaran yang dilakukan oleh industry, namun karena rumah tangga tidak didirikan berdasarkan aspek legal formal seperti layaknya industry dan belum ada regulasi yang mengatur batas maksimal pengeluaran limbah rumah tangga, maka limbah rumah tangga masih sulit untuk dikendalikan.

green family

Isu pemanasan global membuka cakrawala kita mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Sebagai bagian dari rumah tangga tentu kita tidak ingin tinggal diam menyikapi permasalahan lingkungan dewasa ini. Salah satu bentuk kontribusi kita melestarikan lingkungan adalah dengan mewujudkan keluarga hijau.

Keluarga hijau adalah penyederhanaan dari keluarga berwawasan lingkungan. Belum ada definisi yang tepat untuk keluarga berwawasan lingkungan. Namun apabila kita kembalikan ke definisi lingkungan, maka keluarga lingkungan dapat diartikan keluarga yang menerapkan prinsip-prinsip lingkungan yakni menghargai alam seperti menghargai diri sendiri (ekosentris), menjaga keseimbangan alam, memanfaatkan alam seperlunya, dan mengajak orang sekitarnya memelihara alam juga.

Mengamalkan nilai-nilai lingkungan dalam keluarga dapat dimulai dari tingkatan terkecil, menengah hingga besar. Tingkatan kecil pelaksanaan prinsip lingkungan hendaklah dimulai dari orang tua sebagai pemimpin dalam keluarga. Orang tua yang memahami prinsip lingkungan akan menggunakan air dan listrik sehemat mungkin, misalnya biasakan mematikan lampu yang tidak perlu (biasanya di dalam rumah), matikan tivi dan peralatan elektronik lainnya yang tidak perlu dan mengecek kran-kran air ketika akan berangkat tidur. Ketika akan menggosok gigi gunakan gayung atau gelas, jangan membiasakan bergosok gigi dengan kran air mengucur terus. Mencuci pakaian langsung dibawah kran lebih boros air dibanding dengan menggunakan ember, begitu juga dengan mencuci kendaraan lebih baik gunakan ember.

Tingkatan menengah pelaksanaan prinsip lingkungan adalah mendidik anak ikut bertanggung jawab pada lingkungan sekitar. Biasakan anak membuang sampah pada tempatnya. Didik anak menggunakan air dan listrik seperlunya. Ajak anak-anak mencintai lingkungan dengan memberikan tontonan mengenai akibat kerusakan alam atau mengajak anak menghirup udara segar di pegunungan dan ambil hikmah dari kesegaran udara yang didapatkan.

Bimbing anak untuk menghargai setiap kehidupan di alam sehingga tingkah lakunya dapat terjaga. Allah telah menyatakan bahwa segala ciptaannya tidak ada yang tidak bermanfaat, semuanya bermanfaat kepada manusia baik langsung maupun tidak langsung. Nyamuk sekalipun walaupun sering mengganggu tidur kita bermanfaat untuk menjaga keseimbangan tidur dan alarm alami untuk melakukan shalat lail.

green 053

Ajaklah anak menanam pohon di halaman, katakanlah pohon yang ditanam perlu dipelihara agar memberikan hasil untuk mereka. Pohon yang ditanam dapat menjaga persediaan air tanah, sirkulasi udara bersih, dan menjaga tidak terjadi banjir dan erosi.

Beritahu anak untuk menggunakan kertas bolak balik, kumpulkan kertas kosong yang berasal dari sisa buku tulis, gunakan sehemat mungkin. Kertas berasal dari pohon, semakin banyak kebutuhan kertas kita berarti semakin banyak pohon yang harus ditebang. Semakin banyak pohon yang ditebang, maka lama kelamaan hutan kita akan hilang sehingga ancaman banjir, longsor, kekurangan air, kekeringan dan pemanasan global semakin tinggi.

Himbau anak-anak untuk bepergian seperlunya dan menggunakan sarana transportasi umum. Kurangi acara jalan-jalan ke tempat yang kurang perlu karena setiap mobilitas dengan menggunakan kendaraan bermotor akan mengurangi persediaan energy fosil atau BBM. Lebih baik lagi apabila sekolah atau kampus anak dekat dari rumah gunakan sepeda motor atau berjalan kaki karena selain menghemat sumber daya, menghemat pengeluaran dan insya Allah lebih sehat.

Agar orang tua dapat lebih efektif mengajarkan anak mengenai lingkungan, maka orang tua perlu menambah pengetahuan dengan membaca majalah, Koran, buku, menonton acara lingkungan atau berdiskusi dengan kenalan yang mengerti mengenai lingkungan.

Tingkatan tinggi pelaksanaan prinsip lingkungan adalah mengajak tetangga untuk ikut menjaga lingkungan. Ajak tetangga bekerja sama mengolah sampah organic untuk dijadikan kompos, undang pakar lingkungan untuk berdiskusi mengenai lingkungan. Jaga lingkungan sekitar agar memiliki ruang terbuka hijau 30%. Adakan gotong royong membersihkan selokan terutama dari sampah untuk mengurangi ancaman banjir.

Keluarga adalah organisasi yang paling mempengaruhi pembentukan karakter anak. Apabila keluarga mampu menciptakan suasana lingkungan ke segenap anggota keluarga maka kekhawatiran bencana lingkungan dapat dikurangi.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen + 19 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

scroll to top