Lingkungan

Keanekaragaman Hayati atau Biodiversity

Keanekaragaman hayati bagi manusia adalah pendukung kehidupan. Ia memberi manusia ruang hidup dan di dalam ruang hidup itu tersedia bekal kehidupan (flora, fauna, dsbnya) untuk dikelola secara bijaksana oleh manusia. Karakteristik geologis dan topografis Indonesia sangat mendukung kekayaan ekosistem daratan Indonesia. Sebagai Negara kepulauan yang terletak dalam lintasan distribusi keanekaragaman hayati Benua Asia (Pulau Jawa, Sumatera, serta Kalimantan) dan Benua Australia (Pulau Papua) serta sebaran wilayah peralihan Wallacea (Papua, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara), ekosistem daratan Indonesia mengandung kekayaan hayati khas dari kawasan Asia, Australia serta kawasan transisi keduanya. Sejarah geologi pembentukan masing-masing pulau di Indonesia yang menimbulkan variasi iklim dari bagian Barat yang lembab sampai bagian timur yang kering juga mempengaruhi pembentukan ekosistem dan tumbuhan serta fauna yang ada di dalamnya.

Indonesia diperkirakan mempunyai 90 tipe ekosistem mulai dari padang salju di Puncak Jayawijaya, alpin, sub pegunungan, pegunungan hingga hutan hujan daratan rendah, hutan pantai, padang rumput, savanna, lahan basah, muara dan pesisir pantai, mangrove, padang lamun, terumbu karang hingga perairan laut dalam. Walaupun luas wilayah Indonesia hanya melingkupi 1,3% dari luas total daratan dunia. Indonesia memiliki keanekaragaman spesies satwa yang sangat tinggi (Dephut 1994 dan Mittermeier dkk 1997 dalam IBSAP 2003)

Dilihat dari keberadaannya di dunia, kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia terdiri atas:

1. Sekitar 12% (515 spesies, 39% endemic) dari total spesies binatang menyusui, urutan ke-2 di dunia

2. 7,3% (515 spesies, 150 endemik) dari total spesies reptelia, urutan ke-4 dunia

3. 17% (1.531 spesies, 397 endemik) dari total spesies burung, urutan ke-5 dunia

4. 270 spesies amfibi, 100 endemik, urutan ke-6 dunia

5. 2.827 spesies binatang tidak bertulang belakang, selain ikan air tawar

6. 35 spesies primate, 18% endemic, urutan ke-4 dunia

7. 12 spesies kupu-kupu, 44% endemic

8. Sekitar 1400 spesies ikan air tawar, di urutan setelah Brazil dan mungkin Colombia

Dalam hal keanekaragaman tumbuhan, Indonesia menduduki peringkat 5 besar dunia, yaitu memiliki lebih dari 3.800 spesies, 55% endemic. Keanekaragaman palem di Indonesia menempati urutan pertama dunia mencapai 477 spesies, 225 endemik. Lebih dari setengah dari seluruh spesies (350 pohon) penghasil kayu bernilai ekonomi penting (dari family Dipterocarpaceae) terdapat di negara ini, 155 di antaranya endemic di pulau Kalimantan (Dephut 1994 dan Newman 1999 dalam IBSAP 2003)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button