Home / Lainnya / ISO 26000

ISO 26000

Pada bulan September 2004, ISO (International Organization for Standardization) sebagai induk organisasi standarisasi internasional, berinisiatif mengundang berbagai pihak untuk membentuk tim (working group) yang membidani lahirnya panduan dan standarisasi untuk tanggung jawab sosial yang diberi nama ISO 26000: Guidance Standard on Social Responsibility.

Manfaat ISO 26000
a. mengembangkan suatu konsensus terhadap pengertian tanggung jawab sosial dan isunya;
b. menyediakan pedoman tentang penterjemahan prinsip-prinsip menjadi kegiatan-kegiatan yang efektif; dan
c. memilah praktik-praktik terbaik yang sudah berkembang dan disebarluaskan untuk kebaikan komunitas atau masyarakat internasional

Azas ISO 26000
a. perilaku yang transparan dan etis,
b. Konsisten dengan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
c. Memperhatikan kepentingan dari para stakeholder;
d. Sesuai hukum yang berlaku dan konsisten dengan norma-norma internasional;
e. Terintegrasi di seluruh aktivitas organisasi, dalam pengertian ini meliputi baik kegiatan, produk maupun jasa.

Prinsip-prinsip dasar tanggung jawab sosial menurut ISO 26000
a. Kepatuhan kepada hukum;
b. Menghormati instrumen/badan-badan internasional;
c. Menghormati stakeholders dan kepentingannya;
d. Akuntabilitas;
e. Transparansi;
f. Perilaku yang beretika;
g. Melakukan tindakan pencegahan;
h. Menghormati dasar-dasar hak asasi manusia

Identifikasi Pemangku Kepentingan (Stakeholder) Menurut ISO 26000
a. Kepada siapa perusahaan memiliki kewajiban hukum?
b. Siapa yang terpengaruh secara negatif maupun positif oleh keputusan dan aktivitas perusahaan?
c. Siapa yang menyuarakan pernyataan mengenai keputusan dan aktivitas perusahaan?
d. Siapa yang biasanya terlibat dalam penyelesaian isu-isu penting?
e. Siapa yang bisa membantu perusahaan dalam mengelola dampak tertentu?
f. Siapa yang bisa mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam menjalankan CSR-nya?
g. Siapa yang akan dirugikan kalau tidak dilibatkan?
h. Siapa yang terpengaruh sepanjang value chain?

About Arif Zulkifli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Izin Lingkungan, AMDAL, UKL-UPL DAN SPPL

Izin Lingkungan Izin Lingkungan adalah izin yang diberikan kepada setiap orang yang melakukan usaha dan/atau ...