Islam dan Upaya Memelihara Lingkungan atau Islam and Maintain Environmental Efforts | DR. Arif Zulkifli Nasution

Islam dan Upaya Memelihara Lingkungan atau Islam and Maintain Environmental Efforts

Islam tidak hanya berupaya mencegah kerusakan lingkungan, namun juga mengajak umatnya untuk memelihara lingkungan. Rasulullah SAW bersabda, Apabila Hari Kiamat telah dibangkitkan, dan pada salah satu dari kamu memegang batang pohon korma, maka bergegaslah menanam (HR. Ahmad)

Dalam hadits lain, seorang muslim dilarang menebang pohon, “Barangsiapa yang menebang pepohonan, maka Allah akan mencelupkan kepalanya ke dalam neraka (HR. Abu Dawud)

Rasulullah juga menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan tempat-tempat yang mati. Pada kondisi sekarang hadits tersebut berarti juga melakukan reklamasi.
Barangsiapa yang menghidupkan tempat-tempat yang sudah mati maka ia menjadi miliknya (HR. Abu Dawud)

Rasulullah SAW bersabda bahwa menanam pohon merupakan salah satu bentuk amal sholeh
مَا مِنْ مُسْلِمٍ غَرَسَ غَرْسًا فَأَكَلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ أَوْ دَابَّةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ
Muslim mana saja yang menanam sebuah pohon lalu ada orang atau hewan yang memakan dari pohon tersebut, niscaya akan dituliskan baginya sebagai pahala sedekah.

Bahkan pohon itu akan menjadi asset pahala baginya sesudah mati yang akan terus mengalirkan pahala baginya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
سَبْعٌ يَجْرِي لِلعَبْدِ أَجْرُهُنَّ وَ هُوَ فِي قَبْرِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ : مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا أَوْ أَجْرَى نَهْرًا أَوْ حَفَرَ بِئْرًا أَوْ غَرَسَ نَخْلاً أَوْ بَنَى مَسْجِدًا أَوْ وَرَثَ مُصْحَفًا أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لََهُ بَعْدَ مَوْتِهِ .
Tujuh perkara yang pahalanya akan terus mengalir bagi seorang hamba sesudah ia mati dan berada dalam kuburnya. (Tujuh itu adalah) orang yang mengajarkan ilmu, mengalirkan air, menggali sumur, menanam pohon kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf atau meninggalkan anak yang memohonkan ampunan untuknya sesudah ia mati.

Al-Qurthubi berkata dalam tafsirnya, “Bercocok tanam termasuk fardhu kifayah. Imam (penguasa) berkewajiban mendesak rakyatnya untuk bercocok tanam dan yang semakna dengan itu, seperti menanam pohon.”

Ada beberapa fungsi menanam pohon:
1. Konservasi tanah dan air.
Di berbagai daerah semakin banyak lahan yang tidak tertutup vegetasi dan semakin banyak lahan yang tertutup gedung-gedung dan aspal, sehingga tidak mampu meresapkan air ke dalam tanah. Pohon-pohon dapat meningkatkan peresapan dan penyimpanan air di dalam tanah, sehingga siklus hidrologi dapat tetap berlangsung.
2. Menyerap polusi udara
Proses pembakaran bahan bakar minyak (BBM) yang tidak sempurna khususnya dari kendaraan bermotor, akan mengeluarkan gas karbonmonoksida yang sangat berbahaya bagi manusia, karena mengurangi ketersediaan oksigen di udara yang sangat dibutuhkan oleh manusia untuk bernafas. Pohon dapat mengamankan bahaya karbonmonoksida melalui fotosintesis dan menghasilkan oksigen sebagai salah satu produknya
3. Kesegaran dan keindahan
Lingkungan yang dipernuhi dengan perpohonan akan lebih indah, nyaman dan menyenangkan. Keadaan di bawah tegakan pohon pada siang hari suhunya lebih rendah daripada di luar tegakan. Tambahan lagi pohon-pohon yang mempunyai sifat tertentu (dalam hal bentuk, warna, maupun strukturnya), juga mempunyai nilai kecocokan dengan bentuk, warna, dan tekstur benda-benda dan akan menambah keindahan pemandangan.
4. Pengendali air limbah
Pohon-pohon sangat memegang peran penting dalam pengendalian air limbah dengan konsep filter biologis. Melalui proses transpirasi, air limbah dapat diuapkan ke udara sehingga terjadi daur air limbah tersebut.
5. Penangkal kebisingan
Tanaman dapat mengurangi suara melalui stabilisasi suhu, modifikasi kecepatan angin, dan faktor lainnya. Keefektifan tanaman mengendalikan kebisingan ditentukan oleh faktor suara itu sendiri, sifat pohon dan iklim.
6. Tumbuhan dapat mengeluarkan bau harum yang akan meredam bau busuk
7. Ranting dan daun dapat mengurangi kecepatan angin dan percikan air hujan
8. Dedaunan dapat mengurangi dan menyaring cahaya matahari yang berlebihan
9. Sebagai habitat satwa liar. Tanaman dapat menghasilkan pucuk menghasilkan yang dapat dimanfaatkan oleh ulat. Burung sangat membutuhkan pohon sebagai tempat mencari makan maupun sebagai tempat bersarang dan bertelur.
10. Tanaman menghasilkan zat organic yang berfungsi sebagai bahan makanan misalnya beraneka ragam buah-buahan.
11. Tanaman menghasilkan kayu untuk bahan bangunan, industri mebel, kertas, kayu lapis, lantai, dan lain-lain

Mengurangi Sampah.
Selain memelihara lingkungan dengan cara menanam pohon, Islam juga menganjurkan agar umat Islam membersihkan sampah . Rasulullah SAW, bersabda
Setiap manusia dari bani Adam diciptakan dalam tiga ratus enam puluh tulang sendi. Barangsiapa bertakbir, bertahmid, bertasbih, bertahlil, dan beristigfar serta menyingkirkan batu, duri dan tulang dari jalan kaum muslimin, atau menyuruh kepada kebaikan dan menjauhi kemungkaran, maka itu semua dihitung sebanyak tiga ratus enam puluh. Pada saat itulah, ia disebut telah terhidar dari neraka. (HR. Muslim)

Dari Abu Barzah al-Aslami radhiyallahu anhu, ia berkata, “Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, tunjuki aku kepada suatu amalan yang akan memasukkan aku ke dalam surga.’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أمَِطِ الْأَذَى عَنْ طَرِيْقِ النَّاسِ
‘Singkirkan gangguan dari jalan manusia’.” (Shahihal-Adabulal-Mufrad no. 168)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda (yang artinya), “Seorang lelaki melewati duri di jalan lalu dia berkata,‘Aku akan singkirkan duri ini agar tidak membahayakan seorang muslim. Dia pun diampuni (oleh Allah).” (Shahihal-Adabal-Mufrad no. 169)

Menyingkirkan batu, duri, tulang, dan gangguan dari jalan berarti membersihkan, mengurangi, dan mendaur ulang sampah. Berikut beberapa cara untuk mengurangi sampah.

Memelihara Sanitasi
Rasulullah mengingatkan umat Islam agar tidak membuang air sembarangan.
Jauhilah tiga macam perbuatan yang dilaknat: Buang air besar di sumber air, ditengah jalan dan dibawah pohon yang teduh (HR. Abu Dawud)

Perilaku hidup bersih bermaksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia disebut sanitasi. Kotoran manusia mengandung mikrobiologi berbahaya yang dapat menimbulkan berbagai virus dan kuman penyakit

Bank Dunia memperkirakan sekitar 2,5 miliar penduduk dunia tidak memiliki akses terhadap jamban dan 1 miliar penduduk diantaranya melakukan buang air besar sembarangan (BABS) di sungai dan ladang. Menurut Jim Yong Kim, Presiden Kelompok Bank Dunia, buruknya sanitasi menyebabkan jutaan kematian terutama kepada anak-anak miskin di seluruh penjuru dunia.

Walaupun Rasulullah telah mengingatkan tentang sanitasi semenjak 1400 tahun lalu, ternyata umat Islam di Indonesia belum sanggup melaksanakan perintah Rasul. Padahal perintah tersebut untuk kebaikan dan kemashlahatan umat muslim juga.

Selain aturan mengenai sanitasi, Rasulullah juga telah melarang manusia merusak habitat hewan
Rasulullah SAW bersabda,
Seekor semut telah menggigit salah seorang Nabi, lalu dia mendatangi lubang tersebut dan membakarnya. Maka Allah berfirman kepada Nabi tersebut, “Apakah karena satu semut telah menggigitmu lalu kamu bakar segerombolan umat yang mensucikan asma Allah?” (Muttafaq Alaih)

Dalam sejarah Islam, walaupun dalam keadaan perang Islam tetap berupaya menjaga lingkungan. Abu Bakar mengirim pasukan perang ke Syam. Abu Bakar berwasiat 10 hal kepada Yazid bi Abi Sufyan, dalam wasiat tersebut 5 halnya merupakan upaya memelihara lingkungan. Lima wasiat tersebut antara lain:
1. Jangan menebang pepohonan yang berbuah
2. Jangan membakar gedung
3. Jangan menyembelih hewan ternak kecuali untuk dimakan
4. Jangan menghancurkan pohon korma
5. Jangan membakar pohon korma

Bandingkan dengan perang pada kondisi sekarang, senjata pemusnah masal seperti bom nuklir. Daya ledak bom nuklir yg dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki sebesar 20 kilo (ribuan) ton TNT. Sedangkan bom nuklir sekarang ini berdaya ledak lebih dari 70 mega (jutaan) ton TNT.

Pemboman di Hiroshima dan Nagasaki mengakibatkan kehancuran yang merata tidak hanya manusia tetapi juga lingkungan di 2 kota tersebut hancur. Bom nuklir tersebut menewaskan 140.000 orang di Hiroshima dan 80.000 orang di Nagasaki. Amerika menjatuhkan bom tersebut dengan alasan untuk membungkam angkatan perang kekaisaran Jepang yang terkenal sangat heroik, pantang menyerah dan loyal kepada kaisar.

Dampak Destruktif bagi Kedua Kota
a. Energi panas yang tersebar menyelimuti kota Hirosima dan sekitarnya dalam radius 1 km menjadi seperti bara api.
b. Terjadi pemanasan hingga jutaan derajat yang berlangsung hingga hitungan detik. Dalam radius 1 km segala sesuatu menjadi abu. Sedang pada radius 4 km, bangunan, manusia, pohon dan hewan terpanggang api. Pada radius 8 km manusia dan bangunan mengalami luka bakar parah. Setelah itu, muncul gelombang ledakan dengan kecepatan 1000 km/jam pada radius 2 km yang menerbangkan segala sesuatu dari 90.000 bangunan di kota hirosima, 62.000 bangunan hancur lebur.
c. Dampak buruk radiasi radio aktif dari bom atom menyebabkan kanker dan berbagai penyakit darah.

Warna Hijau kesukaan Rasulullah
Selain itu, salah satu bentuk persamaan Islam dan lingkungan adalah soal pilihan warna. Rasulullah SAW ternyata penyuka warna hijau. Nabi Muhammad SAW bersabda : “ada tiga hal yang dapat menyegarkan pandangan mata : melihat kehijauan, air hujan dan wajah yang indah.

Dalam salah satu hadits, Annas bin Malik mengatakan, “Warna yang paling disukai oleh Rasulullah SAW adalah hijau.” Namun selain itu Rasul juga ternyata menyukai warna putih. Ibnu Hajjar dalam Tanbih Al Akhbar mengatakan: “Pada hari raya kami disuruh memakai pakaian berwarna hijau karena warna hijau lebih utama. Adapun warna hijau adalah afdhal daripada warna lainnya, sesudah putih.”

Lingkungan identik dengan warna hijau. Logo lingkungan seperti 3R, go green, membuang sampah pada tempatnya, green energi, dan sebagainya berwarna hijau. Organisasi pecinta lingkungan seperti greenpeace, the nature conservancy, green business network, sierra club, amazon watch, friends of the earth, dan sebagainya mempunyai logo yang didominasi warna hijau.

Gambar Logo Lingkungan
Begitu banyak persamaan yang dimiliki oleh Islam dan lingkungan, mulai dari filsafat, konsep, anjuran menanam, melarang merusak lingkungan sampai kepada warna. Oleh karena itu, menjadi kewajiban bagi muslim untuk memelihara lingkungan dan mencegah kerusakan lingkungan. Apabila manusia mengikuti apa yang diperintahkan Allah, beriman, bertakwa, memelihara lingkungan, berkasih sayang dengan sesama makhluk lain dan sebagainya, maka Allah akan memberikan keberkahan pada muka bumi ini. Dalam surah Al A’Raf ayat 96
“jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

Namun jika manusia ingkar terhadap ayat Allah, maka bencana akan terjadi. Banjir terjadi karena masyarakat membuang sampah sembarangan, pembangunan tidak mengindahkan kebutuhan akan daerah resapan air, keserakahan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya, dan sebagainya. Erosi dan longsor terjadi karena penebangan hutan sebesar-besarnya, pertambangan tanpa memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan, dan sebagainya. Hujan asam terjadi karena pembakaran bahan bakar fosil, kendaraan bermotor, dan polusi udara. Pemanasan global terjadi karena industri yang terus memproduksi barang tanpa memperhatikan berapa sesungguhnya kebutuhan masyarakat, pertanian massal digalakkan dengan menggunakan bahan-bahan kimia, hutan dibakar untuk dijadikan perkebunan, dan sebagainya.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Diantara pengaruh buruk perbuatan maksiat terhadap bumi adalah banyak terjadi gempa dan longsor di muka bumi serta terhapusnya berkah. Rasulullah SAW pernah melewati kampung kaum Tsamud, beliau melarang mereka (para sahabat) melewati kampung tersebut kecuali dengan menangis. Rasulullah SAW juga melarang mereka meminum airnya, menimba sumur-sumurnya, hingga beliau memerintahkan agar menggunakan air yang mereka bawa untuk mengadon gandum. Karena maksiat kaum Tsamud ini telah mempengaruhi air di sana. Sebagaimana halnya pengaruh dosa yang mengakibatkan berkurangnya hasil panen buah-buahan.

Imam Ahmad telah menyebutkan dalam Musnadnya, ia berkata, “Telah ditemukan dalam gudang milik Bani Umayyah sebutir gandum yang besarnya seperti sebutir kurma. Gandum itu ditemukan dalam sebuah kantung yang bertuliskan, “Biji gandum ini tumbuh pada masa keadilan ditegakkan.”

Karena itu, apabila umat muslim menjalankan ajaran-ajaran Islam dengan seutuhnya, maka keberkahan akan datang dari langit dan bumi, hujan datang sesuai kadarnya untuk mengurangi polusi udara dan menghidupkan tumbuh-tumbuhan, langit cerah mendukung aktifitas manusia, sungai bersih dapat digunakan untuk pengairan, tanah menjadi subur, hasil panen berlimpah, dan sebagainya.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven + twelve =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

scroll to top