LingkunganUncategorized

Green Promotion

Ada yang menganggap marketing adalah promosi, padahal promosi adalah bagian dari marketing. Promosi berfungsi untuk menginformasikan, mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen dan menggugah ingatan kembali konsumen (Kotler, 2009). Menginformasikan dapat berarti memberitahu kehadiran produk baru di pasar, mengusulkan kegunaan baru suatu produk, menjelaskan pelayanan yang tersedia, perubahan harga produk, cara menggunakannya, mengembangkan citra perusahaan. Mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen atau meyakinkan konsumen dapat berarti menghimbau konsumen untuk membeli produk, meyakinkan konsumen mengenai keunggulan produk dibanding produk saingan sejenis. Mengingatkan konsumen berarti membuat pembeli tetap ingat pada produk itu walaupun tidak sedang musimnya, mengingatkan pembeli dimana dapat membelinya.

Green promotion mengenai kegiatan perusahaan untuk mengkampanyekan program-program yang mengangkat isu lingkungan, untuk mengokohkan image sebagai sebuah perusahaan ramah lingkungan (Peattie, 1995). Promosi ini bisa dilakukan melalui iklan, promosi penjualan (melalui kemasan), maupun humas.

Promosi produk dan jasa ke target pasar meliputi periklanan, hubungan masyarakat, promosi penjualan, marketing langsung dan promosi di tempat. Pemasar hijau yang cerdas dapat menguatkan kredibilitas lingkungan dengan menggunakan peralatan komunikasi dan marketing berkelanjutan. Contohnya banyak perusahaan dalam industri keuangan yang menyediakan statemen elektronik dengan menggunakan email. E-marketing dengan cepat menggantikan metoda marketing yang lebih tradisional, dan hasil cetakan dapat diproduksi penggunaan material didaur ulang dan proses efisien seperti pencetakan tanpa air. Pengecer, sebagai contoh mengadakan aliansi dengan perusahaan lain, organisasi riset dan kelompok lingkungan lain ketika mengadakan promosi lingkungan mereka. Untuk mengurangi penggunaan tas plastik dan mempromosikan komitmen lingkungan mereka, beberapa pengecer menjual kantong belanja.

Kunci marketing berwawasan lingkungan yang sukses adalah kredibilitas (Ottman, J.A., Stafford, E.R., & Hartman. C.L, 2006). Jangan pernah mengklaim secara berlebihan produk berwawasan lingkungan atau menetapkan harapan yang tidak realistis yang dapat membuat orang kehilangan kepercayaan.

Green advertising adalah periklanan yang pada tampilannya berwawasan lingkungan. Periklanan model ini dapat termasuk satu seri dari elemen-elemen yang digunakan untuk mengkomunikasikan kepedulian suatu perusahaan atau produk terhadap lingkungan (Karna, J., Heikki, J., Virpi, A., & Eric, H., 2001). Sebagai contoh, iklan yang berorientasi pada lingkungan dapat memuat satu atau lebih dari hal-hal berikut: warna hijau, pemandangan alam, eco-labels, pernyataan kepedulian terhadap lingkungan, perlakuan terhadap bahan baku, proses produksi yang ramah lingkungan maupun bisa di daur ulang

Selain itu suatu iklan bisa dibilang berwawasan lingkungan jika memenuhi satu atau lebih dari kriteria berikut (Karna, J., Heikki, J., Virpi, A., & Eric, H., 2001):

a. Baik secara eksplisit maupun implicit menunjukkan hubungan antara produk atau jasa lingkungan biophysical. Misalnya disebutkan bahwa produk yang diiklankan mengandung jejak karbon yang rendah sehingga ikut berkontribusi menurunkan pemanasan global atau tidak mengandung CFC sehingga aman bagi kelestarian lapisan ozon

b. Mempromosikan suatu gaya hidup berwawasan lingkungan. Misalnya menggunakan kendaraan umum daripada kendaraan pribadi untuk mengurangi penggunaan energy fosil atau menanam pohon di sekitar rumah untuk mengurangi karbondioksida

c. Menghadirkan suatu corporate image yang mengandung environmental responsibility, misalnya memunculkan sertifikast ISO 14001, ekolabel atau jejak karbon dalam iklannya

Ada lima langkah untuk membangun suatu kampanye iklan berwawasan lingkungan. Ken Peattie (1995) menyajikan seperti berikut ini:

a. Mission. Memutuskan apa yang akan dijadikan tujuan dari green advertising. Beberapa tujuan mungkin jadi adalah:

• Menginformasikan kepada konsumen tentang adanya produk hijau baru atau menjelaskan dimensi mana yang akan dikatakan hijau dari produk yang dimaksud

• Mengingatkan konsumen mengenai level hijau dari produk maupun perusahaan yang memproduksinya

• Membujuk konsumen agar berpaling pada produk-produk hijau

• Mengalokasikan sejumlah dana untuk kampanye

b. Message. Pesan iklan seharusnya sesuai dengan konsep produk. Untuk menciptakan suatu pesan yang dapat membujuk konsumen potensial perlu disiapkan dengan cermat. Tergantung pada media yang digunakan, warna, desain, tone, music serta tambahan aksi lain, bisa ditambahkan untuk mendapatkan keseluruhan pesan yang ingin disampaikan

c. Media. Media harus dipilih utuk memastikan pesan menjangkau dan mempengaruhi target pasar. Penggunaan media berbeda-beda tergantung pada pesan yang ingin disampaikan, anggaran dan segmen pasar

d. Measurement. Riset iklan dibutuhkan untuk melakukan evaluasi efektifitas dari kampanye periklanan dan untuk membuat penilaian jika dibutuhkan.

Suatu produk yang dibuat oleh suatu perusahaan, memiliki setumpuk keistimewaan yang bisa dijadikan klaim dalam iklan. Misalnya bahan baku yang digunakan, darimana bahan baku itu diperoleh, bagaimana proses produksinya, bagaimana dampak saat digunakan, mau dikemanakan produk itu setelah digunakan. Beberapa hal yang umum dijadikan klaim dari green advertising diantaranya adalah (Karna, J., Heikki, J., Virpi, A., & Eric, H., 2001):

a. Recycled. Biasanya ditandai dengan symbol anak panah yang melingkar

b. Ozone friendly. Produk yang diiklankan tidak mengancam lapisan ozon. Biasanya klaim dari produk-produk lemari es

c. Biodegradable. Produk tidak mencemari udara, air dan angin

d. Phosphate free. Produk terbebas dari Phospat yang dapat mencemari lingkungan khususnya air

e. Organic. Produk telah menggunakan zat organic tertentu untuk mengganti zat-zat kimia atau zat lainnya yang dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan konsumen

f. Fat-free. Produk bebas lemak, seperti produk makanan ringan, permen

g. Non-toxic, produk tidak mengandung zat yang mengandung racun yang dapat mengancam keselamatan manusia.

h. Cruelty free. Produk dibuat tidak melalui percobaan terhadap hewan seperti produk obat-obatan maupun kosmetik.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button