Gaya Kepemimpinan atau Leadership Style...2 | DR. Arif Zulkifli Nasution

Gaya Kepemimpinan atau Leadership Style…2

Hersey dan Blanchard (dalam Luthans, 1992), mengidentifikasikan dua gaya kepemimpinan:
1. Gaya tugas (task style); pemimpin mengatur dan membagi tugas bawahan; pemimpin menjelaskan tugas-tugas pada masing-masing bawahan yang harus dilakukan dan kapan, di mana dan bagaimana bawahan melakukannya.
2. Gaya relasi (relationship style); pemimpin terbuka, memiliki relasi dengan anggota kelompok, dan terdapat komunikasi terbuka, dukungan psikologis dan emosional.

Hersey dan Blanchard memasukkan kematangan pengikut di dalam modelnya. Tingkat kematangan berkaitan dengan:
1. Job maturity
2. Psychological maturity

Kunci kepemimpinan yang efektif dalam model ini disesuaikan terhadap situasi dengan gaya kepemimpinan yang tepat, sehingga dapat disimpulkan empat gaya dasar kepemimpinan, yaitu:
1. Telling style; tugas tinggi, gaya relasi tinggi dan efektif, ketika pengikut memiliki tingkat kematangan rendah.
2. Selling style; tugas tinggi, gaya relasi rendah dan efektif ketika pengikut memiliki kematangan sebagian rendah.
3. Participating style; tugas rendah, gaya relasi tinggi dan efektif ketika pengikut sebagian memiliki kematangan yang tinggi.
4. Delegating style; tugas rendah, gaya relasi rendah dan efektif ketika pengikut memiliki kematangan tingkat tinggi.
Berdasarkan kriteria dasar kepemimpinan, diketahui bahwa tingkat kematangan (maturity level) dari para bawahan menentukan gaya efektif dari pemimpin. Gaya pemimpin berubah-ubah tergantung dari tingkat pekerjaan dan kematangan psikologis dari para pengikutnya.
Hersey dan Blanchard berasumsi bahwa tingkat kematangan dari para bawahan tidak tetap. Bawahan yang tidak dewasa berubah untuk menjadi lebih dewasa. Salah satu tanggung jawab pemimpin adalah membantu bawahan untuk meningkatkan tingkat kematangannya. Pemimpin harus menyesuaikan dirinya terhadap situasi tidak hanya pasif tetapi juga secara aktif.

Aktivitas dan Peran Pemimpin
Luthans (1992) membagi aktivitas dan peran pemimpin menjadi empat, yaitu:
1. Communication: aktivitas ini terdiri dari informasi yang terus berubah dan proses pekerjaan di dalam menulis. Perilaku yang dapat diamati berupa menjawab perosedur pertanyaan, menerima dan menyebarkan permintaan informasi, menyampaikan hasil pertemuan (meeting), memberi dan menerima informasi rutin baik melalui telepon, email, membaca laporan, menulis laporan/memo/surat, laporan keuangan rutin dan pemegang buku dan kas.
2. Traditional Management: aktivitas ini terdiri dari perencanaan, membuat keputusan dan mengontrol. Perilaku yang dapat diamati meliputi penempatan tujuan dan sasaran, membagi tugas yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tujuan, membuat jadwal karyawan, menangani tugas-tugas, instruksi-instruksi rutin, menegaskan permasalahan, menangani masalah dari hari ke hari, memutuskan apa yang harus dilakukan, mengembangkan prosedur baru, inspeksi kerja, berkeliling untuk menginfeksi kerja, memantau data kinerja, memenuhi kesejahteraan karyawan.
3. Human Resource Management: aktivitas ini terdiri atas beberapa kategori; memotivasi/reinforcement, disiplin/punnishment, management konflik, susunan kepegawaian, dan pelatihan/pengembangan. Karena hal ini tidak secara umum dapat diamati, kategori disiplin/punnishment yang dapat dianalisa. Pengamatan perilaku untuk aktivitas ini meliputi memberikan penghargaan atau imbalan, meminta masukan, memberikan feedback positif, memotivasi, menangani konflik, meninjau aplikasi (surat lamaran), melakukan wawancara pada aplikasi, memenuhi apa yang dibutuhkan, orientasi karyawan, mengatur pelatihan, menjelaskan tugas-tugas, melakukan pelatihan, memberikan saran, dan mengamati tugas karyawan.
4. Networking: aktivitas ini terdiri dari sosialisasi/politik dan interaksi dengan lingkungan luar. Perilaku yang dapat diamati diasosiasikan dengan perilaku yang meliputu relasi-network “percakapan”; bercanda, diskusi rumor, kabar angin, komplein, keluhan; politik, berlaku adil terhadap pelanggan, supliyer dan yang membantu pekerjaan; memperhatikan pertemuan diluar organisasi; dan melakukan dalam tugas-tugas tertentu.

Keterampilan Pemimpin
Pemimpin, di dalam menghadapi dan menangani organisasi yang semakin kompetitif, maka ia harus:
a. Mengatur dan melatih karyawan untuk menjadi top-prioritas. Sebagai contoh, Jepang menempatkan pelatihan sebagai prioritas tinggi dengan alasan untuk kesuksesan yang besar. Begitu pula dengan negara Amerika mementingkan pelatihan. Pelatihan berguna untuk dapat meningkatkan diri mereka sendiri dan menjadikan perusahan lebih kompetitif.
b. Merancang ulang kerja adalah cara lain teknik kepemimpinan penting untuk dapat diimplementasikan. Pendekatan ini berusaha mengatur kerja yang kompleks, dari meningkatnya kerja dengan membangun tanggung jawab yang lebih, yang baru-baru ini terpusat pada identifikasi karakteristik, variasi, signifikansi otonomi dan mengidentifikasikan feedback. Yang terpenting adalah ketika karyawan menerima karakteristik dari pekerjaan mereka, mereka memiliki kualitas kerja yang tinggi.
Pemimpin harus memberikan perhatian khusus terhadap otonomi dan karakteristik feedback dari kerja mereka. Otonomi meliputi memberikan wewenang kepada bawahan untuk membuat keputusan dan memecahkan masalah. Memberikan perhatian selama bekerja dapat berupa feedback pada beberapa pekerjaan, tetapi pemimpin juga harus memberikan feedback langsung untuk karyawan.
c. Pendekatan perilaku pemimpin kepada bawahan. Pendekatan perilaku ini dapat berupa memberikan penghargaan atau imbalan nonfinansial.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

scroll to top