Faktor Pembuatan Keputusan atau Decision Making Factor | DR. Arif Zulkifli Nasution

Faktor Pembuatan Keputusan atau Decision Making Factor

Menurut George R. Terry, faktor-faktor yg mempengaruhi pembuatan keputusan :
(1). Hal-hal yang berujud, tidak berujud, yang emasional maupun yg rasional.
(2). Tujuan organisasi
(3). Orientasi
(4). Alternatif-alternatif tandingan
(5). Tindakan
(6). Waktu
(7). Kepraktisan
(8). Pelembagaan
(9). Kegiatan berikutnya.

Menurut John D. Millet, faktor-faktor yang mempengaruhi pembuatan keputusan :
(1). Pria dan wanita
(2). Peranan Pengambil Keputusan
(3). Keterbatasan Kemampuan

Jenis-jenis pembuatan Keputusan
Berdasarkan program atau regularitas :
(1). pembuatan keputusan terprogram atau terstruktur, yaitu pembuatan keputusan yang sifatnya rutinitas, berulang-ulang, dan cara menanganinya telah ditentukan.
pembuatan keputusan terprogram ini digunakan untuk menyelesaikan masalah yg terstruktur melalui :
a. Prosedur : yaitu serangkaian langkah yang berhubungan dan berurutan yang harus di-ikuti oleh pengambil keputusan
b. Aturan : yaitu ketentuan yang mengatur apa yang harus dan apa yang tidak boleh dilaku-kan oleh pengambil keputusan
c. Kebijakan : yaitu pedoman yang menentukan parameter untuk membuat keputusan.
Contoh :
Seorang manajer pembelian menerima permintaan dari bagian akuntansi berupa 200 lemari arsip (masalah rutin terstruktur). Prosedur pengadaan untuk memenuhi permintaan tersebut telah dibuat. Selain itu, terdapat aturan bahwa jika nilai pembelian di atas Rp 200 juta diperlukan tender, kriteria-nya tidak menyangkut harga saja, tetapi diberikan kebijakan bagi pemasok lemari arsip tsb dengan dukungan pelayanan yang baik.

(2). pembuatan Keputusan Tidak Terprogram
(Tidak Terstruktur) adalah pembuatan keputusan yang tidak rutin dan sifatnya unik sehingga me-merlukan pemecahan khusus.
Contoh :
Strategi pemasaran untuk produk baru, sebagaimana yang dialami oleh IBM pada awal tahun 1980-an untuk pertama kalinya memasarkan secara per-sonal komputer/PC yang murah, meskipun perusahaan ini telah lama mempunyai pengalaman memasarkan komputer yang mahal.

Jenis-jenis pembuatan Keputusan Berdasarkan Tipe Persoalan :
(1). Keputusan internal jangka pendek, yaitu keputusan yang berkaitan dengan kegiatan rutin/operasional seperti : pembelian bahan baku, penentuan jadwal produksi.
(2). Keputusan internal jangka panjang, yaitu keputusan yang berkaitan dengan perma-salahan organisasional seperti : perombak-an struktur organisasi, perubahan departe-men.
(3). Keputusan Eksternal Jangka Pendek, yaitu kepu-tusan yang berkaitan dengan semua persoalan yg berdampak dgn lingkungan dalam rentang waktu yang relatif pendek, seperti : mencari subkontrak untuk suatu permintaan khusus.
(4). Keputusan Eksternal Jangka Panjang, yaitu kepu-tusan yg berkaitan dengan semua persoalan dgn lingkungan dalam rentang waktu yg relatif pan-jang, seperti : merger dengan perusahaan lain dan ini bersifat strategis.

Berdasarkan lingkungannya :
(1). pembuatan keputusan dalam kondisi pasti, yaitu pembuatan keputusan dimana berlangsung hal-hal :
a. Alternatif yg harus dipilih hanya memiliki satu konsekuensi/jawaban/hasil. Ini berarti hasil dari setiap alternatif tindakan tsb dapat ditentukan dengan pasti.
b. Keputusan yg diambil didukung oleh informasi/data yg lengkap, shg dapat diramalkan secara akurat hasil dari setiap tindakan yang dilakukan.
c. Dalam kondisi ini, pengambil keputusan secara pasti mengetahui apa yg akan terjadi di masa yang akan datang.
d. Biasanya selalu dihubungkan dengan keputusan yang menyangkut masalah rutin, karena kejadian tertentu di masa yg akan datang dijamin terjadi.
e. pembuatan keputusan seperti ini dapat ditemui dalam kasus/model yang bersifat deterministik.

(2). pembuatan Keputusan dalam kondisi resiko, adalah pembuatan keputusan dimana berlangsung hal-hal :
a. Alternatif yg dipilih mengandung lebih dari satu kemungkinan hasil.
b. pembuatan keputusan memiliki lebih dari satu alternatif tindakan.
c. Diasumsikan bahwa pembuatan keputusan mengetahui peluang yg akan terjadi terhadap berbagai tindakan dan hasil.
d. Resiko terjadi karena hasil pengumpulan keputusan tidak dapat diketahui dengan pasti, walaupun diketahui nilai probabilitasnya.
f. Pada kondisi ini ada informasi atau data yang akan mendukung dlm membuat keputusan, berupa besar atau nilai peluang terjadinya bermacam-macam keadaan.
g. Teknik pemecahannya menggunakan konsep probabilitas, seperti model keputusan probabilistik, model inventori probabilistik, model antrian probabilistik.

(3). pembuatan Keputusan dalam kondisi tdk pasti, yaitu pembuatan keputusan dimana :
a. Tidak diketahu sama sekali hal jumlah kondisi yang mungkin timbul serta kemungkinan-kemungkinan munculnya kondisi-kondisi tsb.
b. pembuatan keputusan tdk dapat menentukan probabilitas terjadinya berbagai kondisi atau hasil yg keluar.
c. Pengambil keputusan tidak mempunyai pengetahuan atau informasi lengkap mengenai peluang terjadinya bermacam-macam keadaan tsb.
d. Hal yang akan diputuskan biasanya relatif belum pernah terjadi.
e. Tingkat ketidakpastian keputusan semacam ini dpt dikurangi dengan cara :
– Mencari informasi lebih banyak
– Melalui riset atau penelitian
– Penggunaan probabilitas subjektif
f. Teknik pemecahannya adalah menggunakan beberapa metode/kreteria, yaitu metode maximin, metode maximax, metode Laplace, metode minimax regret, metode relaisme dan dibantu dengan tabel hasil (pay off tabel).

(4). pembuatan Keputusan dalam kondisi Konflik adalah pembuatan keputusan dimana :
a. Kepentingan dua atau lebih pengambil keputusan saling bertentangan dalam situasi persaingan.
b. Pengambil keputusan saling bersaing dengan pengambil keputusan lainnya yang rasional,tanggap dan bertujuan utk memenangkan persaingan tsb.
c. Pengambil keputusan bertindak sebagai pemain dalam suatu permainan.
d. teknik pemecahannya adalah menggunakan teori permainan.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

scroll to top