Daya Saing Pertanian Indonesia...(3) | DR. Arif Zulkifli Nasution

Daya Saing Pertanian Indonesia…(3)

PERMASALAHAN DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN
Pembangunan pertanian dihadapkan kepada sejumlah permasalahan yaitu:
1. Keterbatasan dan Penurunan Kapasitas Sumberdaya Pertanian
2. Sistem Alih Teknologi Masih Lemah dan Kurang Tepat Sasaran
3. Keterbatasan Akses Terhadap Layanan Usaha Terutama Permodalan
4. Rantai Tataniaga yang Panjang dan Sistem Pemasaran yang Belum Adil
5. Kualitas, Mentalitas dan Keterampilan Sumberdaya Petani Rendah
6. Kelembagaan Petani dan Posisi Tawar Petani Rendah
7. Lemahnya Koordinasi Antarlembaga Terkait dan Birokrasi
8. Kebijakan Makro Ekonomi yang Belum Berpihak Kepada Petani

2.5. DAYA SAING WILAYAH
2.5.1 Definisi Daya Saing
Secara umum daya saing daerah dapat diterjemahkan dengan kemampuan daerah menciptakan/mengembangkan dan menawarkan: iklim/lingkungan yang paling produktif bagi bisnis dan inovasi, daya tarik atau menarik “investasi”, talenta (talented people), dan faktor-faktor mudah bergerak (mobile factors) lainnya, serta potensi berkinerja unggul yang berkelanjutan.

2.5.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Daya Saing
Menurut Porter (1990) hal-hal yang harus dikuasai dan dimiliki oleh suatu usaha pertanian, industri maupun jasa untuk meningkatkan keunggulan kompetitifnya adalah terutama teknologi, kewirausahaan, tingkat efisiensi dan produktivitas yang tinggi, kualitas produk yang baik, promosi yang agresif, pelayanan purna jual yang baik, tenaga kerja yang terdidik, komitmen dan kreativitas yang tinggi, proses produksi dengan skala ekonomis, diferensiasi produk, modal yang cukup, jaringan distribusi yang luas serta pengelolaan produk secara profesional.

Dalam modelnya, Porter menjelaskan 4 (empat) sistem yang menentukan daya saing suatu wilayah:
1. Kondisi Faktor seperti : (tenaga kerja, modal, iklim, teknologi, kewirausahaan, SDA dan infrastruktur)
2. Kondisi Demand produk
3. Kondisi industri terkait dan industri pendukung’
4. Strategi perusahaan

2.6. KEUNGGULAN KOMPARATIF DAN KEUNGGULAN KOMPETITIF
Faktor-faktor keungggulan kompetitif yang harus dimiliki untuk dapat unggul dalam persaingan di pasar dunia adalah diantaranya yang paling penting:
1. Penguasaan teknologi
2. SDM (pekerja, manajer, insinyur, saintis) dengan kualitas tinggi, dan memiliki etos kerja, kreativitas dan motivasi yang tinggi, dan inovatif;
3. Tingkat efisiensi dan produktivitas yang tinggi dalam proses produksi;
4. Kualitas serta mutu yang baik dari barang yang dihasilkan;
5. Promosi yang luas dan agresif;
6. Sistem manajemen dan struktur organisasi yang baik;
7. Pelayanan teknik maupun non-teknik yang baik (service after sale);
8. Adanya skala ekonomis dalam proses produksi;
9. Modal dan sarana serta prasarana lainnya yang cukup;
10. Memiliki jaringan bisnis di dalam dan terutama di luar negeri yang baik;
11. Proses produksi yang dilakukan dengan sistem just in time;
12. Tingkat entrepreneurship yang tinggi, yakni seorang pengusaha yang sangat inovatif, kreatif dan memiliki visi yang luas mengenai produknya dan lingkungan sekitar usahanya (ekonomi, sosial, politik, dll.), dan bagaimana cara yang tepat (efisien dan efektif) dalam menghadapi persaingan yang ketat di pasar global.
13. Pemerintahan yang solid dan bersih, serta sistem pemerintahan transparan dan efisien.

DAFTAR PUSTAKA
Anwar, A. 1990. Beberapa Aspek Ekonomi Sumberdaya Lahan. Bahan Kuliah Ekonomi Sumberdaya Alam. PWD – PPS IPB Bogor

Anwar, A. 1999. Peranan Pembangunan Sektor Pertanian Dan Perdesaan dalam Memulihkan dan Memberi Landasan Kuat Kepada Perekonomian Nasional. Makalah Seminar PSP – LP IPB Bogor

Anwar, A. 1990. Beberapa Konsepsi Alokasi Sumberdaya Alam untuk Penentuan Kebijaksanaan Ke Arah Pembangunan Yang Berkelanjutan. Bahan Kuliah Ekonomi Sumberdaya Alam. PWD – PPS IPB Bogor

Apriantono, A. 2001. Pidato Menteri Pertanian Pada Kuliah Umum di Universitas Indonesia. Jakarta

BPS Propinsi Jawa Barat Dalam Angka 2004-2007. BPS Jawa Barat

BPS Propinsi Kalimantan Timur Dalam Angka 2004-2007. BPS Kalimantan Timur

Bappeda Jawa Barat 2004-2007. Profil Daerah Jawa Barat.

Hendayana, R. Aplikasi Metode LQ Dalam Penentuan Komoditas Unggulan Nasional. Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Bogor.

Rahim, Dian A. 2001. Konversi Lahan Pertanian dan Dampaknya terhadap Pelaku Konversi. Tesis S-2. PWD-IPB

Tambunan, Tulus. 2008. Strategi Peningkatan Daya Saing Pengusaha Daerah Dalam Era Liberalisasi Ekonomi. Seminar Kadin Jakarta.

Todaro, M.P. 1999. Pembangunan Ekonomi Di Dunia Ketiga. Edisi Keenam (Terjemahan) PT. Erlangga Jakarta

Winoto, J. 1998. Bahan Kuliah Perencanaan Ekonomi Regional dan Perdesaan. PWD – IPB Bogor

Warpani, Suwardjoko1984. Analisis Kota Dan Daerah. Penerbit ITB Bandung

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 + 20 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

scroll to top