Dasar-dasar Ilmu Lingkungan atau Fundamentals of Environmental Science | DR. Arif Zulkifli Nasution

Dasar-dasar Ilmu Lingkungan atau Fundamentals of Environmental Science

Dasar-dasar Ilmu Lingkungan

Hubungan manusia dengan alam berlangsung secara bertahap dengan peradaban manusia di muka bumi ini. Proses perubahan terjadi karena manusia adalah makhluk dinamis yang berpikir dan bekerja, selalu berusaha memperbaiki nasib dan mempertahankan hidupnya. Manusia merupakan sosok yang memegang fungsi dan peranan penting dalam lingkungan hidup. Namun, perlu disadari bahwa manusia secara fisik merupakan makhluk yang lemah yang sangat bergantung pada makhluk hidup lainnya.

Untuk menutupi kelemahannya, manusia diberi kelebihan akal atau alam pikiran (noosfer), sehingga mampu menguasai dan mengalahkan makhluk yang lebih besar bahkan menaklukkan alam. Apabila noosfer dengan perilakunya digunakan untuk kepentingan kesejahteraan diri dan makhluk hidup lainnya, serta didukung oleh rasa tanggung jawab terhadap kelestarian kemampuan daya dukung lingkungannya, maka sejahteralah manusia dan makhluk hidup lainnya. Sebaliknya, noosfer yang dikembangkan manusia dapat bersifat tamak dan egois, mengeksploitasi sumber daya alam dengan semena-mena, tanpa pertimbangan konsekuensi yang akan terjadi di masa depan, maka pada gilirannya makhluk hidup lain terancam hidupnya bukan hanya generasi kini tapi juga generasi mendatang.

Buku ini secara sistematis menjelaskan mengenai ekologi, pengelolaan sumber daya alam, pencemaran lingkungan, pengelolaan sampah, peraturan yang terkait dengan lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan, serta isu pemanasan global. Selain itu, dijelaskan juga tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang merupakan dokumen lingkungan yang wajib dimiliki oleh suatu perusahaan.
Materi yang dibahas dalam buku ini mencakup:
Bab 1 Ekologi
Bab 2 Lingkungan
Bab 3 Sumber Daya Alam
Bab 4 PEncemaran
Bab 5 Sampah
Bab 6 AMDAL
Bab 7 Pembangunan Berkelanjutan
Bab 8 PEmanasan Global

Pengelolaan Tambang Berkelanjutan
Buku ini dapat dijadikan pedoman bagi kalangan mahasiswa, akademisi, instansi pemerintah, dan praktisi pertambangan agar mencapai pembangunan berkelanjutan. Karena buku Pengelolaan Tambang Berkelanjutan secara lengkap dan luas membahas mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan Sejarah Pengelolaan Tambang, Pertambangan, Masalah Pengelolaan Tambang, Pertambangan Berkelanjutan, Reklamasi Pasca Tambang, Manajemen Konflik, Asuransi Lingkungan, Dan Corporate Social Responsibility.

Satu hal yang menjadi nilai lebih buku ini adalah adanya indicator untuk mencapai green minning atau pertambangan hijau. Tahap-tahap pertambangan seperti Penyelidikan umum, Studi Kelayakan, Konstruksi, Penambangan, Pengolahan dan Pemurnian, Pengangkutan, Penjualan dan Kegiatan pasca tambang perlu ditambahkan indikator lingkungan agar mengarah pada upaya pengelolaan tambang berkelanjutan.

Kelebihan lainnya adalah buku ini menghadirkan solusi-solusi pertambangan di era otonomi daerah seperti sekarang. Bagaimana pertambangan menjadi bagian dari masyarakat, dan bagaimana agar pertambangan memberikan pengaruh positif bagi lingkungan.

Pengelolaan Limbah Berkelanjutan (cetakan kedua)
Buku ini dapat menjadi rujukan bagi kalangan mahasiswa, akademisi, instansi pemerintah, dan praktisi industry manufaktur. Buku Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun secara lengkap dan luas membahas mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan Industri Manufaktur, Masalah Limbah, Pengelolaan Limbah, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

Nilai lebih buku ini adalah adanya pembahasan PP 101 Tahun 2014 mengenai tentang Pengelolaan Limbah B3 dan proses pengolahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Proses Pengolahan Limbah B3 meliputi Penetapan Limbah B3; Pengurangan Limbah B3; Penyimpanan Limbah B3; Pengumpulan Limbah B3; Pengangkutan Limbah B3; Pemanfaatan Limbah B3; Pengolahan Limbah B3; Penimbunan Limbah B3; Dumping (Pembuangan) Limbah B3; Pengecualian Limbah B3; Perpindahan lintas batas Limbah B3; Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Hidup Dan/Atau Kerusakan Lingkungan Hidup Dan Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup; Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup; dan Sistem Tanggap Darurat Dalam Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun

Di samping itu, buku ini juga menjelaskan mengenai Jenis Proses Pengolahan Limbah Cair dalam IPAL seperti Penyaringan, Bak Penampung, Tangki Ekualisasi, Bak Sedimentasi, Biofilter Anaerobik-Aerobik, Bak Pengendap Akhir, dan Bak Khlorinasi

Pengelolaan Kota Berkelanjutan
Buku ini dapat menjadi rujukan bagi kalangan mahasiswa, akademisi, instansi pemerintah, dan praktisi kebijakan public perkotaan. Buku Pengelolaan Kota Berkelanjutan secara lengkap dan luas membahas mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan Kota dan permasalahannya, Pembangunan Berkelanjutan dalam konteks Pengelolaan Kota dan Model Pengelolaan Kota Berkelanjutan

Nilai lebih buku ini adalah adanya indikator untuk mencapai kota berkelanjutan atau sustainable city. Indikator tersebut yaitu Green Water, Zero Waste, Ruang Terbuka Hijau, Green Transport, Green Energy, Green Building dengan dukung dari Green Leadership, Green Policy Dan Green Community. Di samping itu, buku juga menjelaskan bagaimana contoh green leadership di Indonesia dan contoh penerapan green city diluar negeri.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

scroll to top