Analisia Perancangan Kerja atau work design analysis | DR. Arif Zulkifli Nasution

Analisia Perancangan Kerja atau work design analysis

Pendahuluan
Latar Belakang Sejarah dan Perkembangan Studi Tentang Penelitian Kerja
Produktivitas Kerja Manusia : Definisi dan Cara Pengukurannya
– Definisi Produktivitas
– Metode Pengukuran Produktivitas Kerja Manusia
– Hubungan Antara Produktivitas dan Kualitas Produk (Hasil Kerja)
– Faktor-faktor yang Mempengaruhi Usaha Peningkatan Produktivitas

Dasar-dasar Penelitian Kerja
– Konsep Penelitian Kerja
– Elemen-elemen Dasar Dalam Penelitian Kerja
– Ruang Lingkup Penelitian Kerja

RUANG LINGKUP ANALISIS & PENGUKURAN KERJA :
Analisis Perancangan Kerja (APK) merupakan hasil perpaduan antara teknik-teknik pengukuran waktu & prinsip-prinsip studi gerakan. Teknik dan Prinsip yang dicari adalah sistem kerja yang terbaik yaitu yang memiliki efisiensi dan produktifitas setinggi-tingginya

Efisiensi dapat didefinisikan sebagai keluaran (out put) dibagi masukan (input); semakin besar harga rasio ini semakin tinggi efisiensinya

Dalam APK pengertian efisiensi diterapkan dalam bentuk perbandingan antara hasil (performance) yang dicapai dengan ongkos yang dikeluarkan untuk mendapatkannya

Yang dimaksud dengan ongkos disini bukanlah besarnya uang yang dikeluarkan untuk memberikan hasil tertentu, tetapi dalam pengertian luas yaitu dapat berupa :
– Waktu yang dihabiskan
– Tenaga yang dikeluarkan
– Akibat-akibat psikologis dan sosiologis dari pekerjaan yang bersangkutan.

Produktifitas Kerja
Produktivitas pada dasarnya akan berkaitan erat pengertiannya dengan sistem produksi, yaitu sistem dimana faktor-faktor semacam :
– Tenaga Kerja (direct atau indirect labor)
– Modal atau kapital berupa mesin, peralatan kerja, bahan baku, bangunan pabrik, dll.
Dikelola dalam suatu cara yang terorganisir untuk mewujudkan barang atau jasa secara efektif dan efisien.

Bekerja adalah kegiatan manusia merubah keadaan-keadaan tertentu dari lingkungan yang ditujukan untuk mempertahankan dan memelihara kelangsungan hidupnya (Sutalaksana, 1979).

Secara mendalam tersirat makna bahwa berkarya untuk orang lain (bekerja) seseorang akan mendapatkan penghargaan atas hasil karyanya dan penghargaan ini merupakan suatu kebutuhan sesuai dengan tingkat kebutuhan manusia, yaitu kebutuhan dasar fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan akan harga diri dan kebutuhan untuk pernyataan diinginkan.

Sehingga pada dasarnya bekerja adalah perwujudan dari lima kebutuhan dasar yang diungkapkan oleh Teori Maslow (As’ad, 1980)

Secara umum produktivitas seringkali diidentifikasikan dengan efisiensi dalam arti rasio antara keluaran (output) dan masukan (input). Untuk usaha yang dilakukan manusia umumnya berbentuk keluaran yang dihasilkan oleh aktifitas kerja dibagi dengan jam kerja.

Dari pernyataan ini maka dapat kita nyatakan bahwa ada dua unsur yang biasa dimasukkan sebagai kriteria produktivitas yaitu: besar kecilnya keluaran yang dihasilkan dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan perkerjaan itu (Wignjosoebroto, 1991).

Jika dua tenaga kerja atau lebih diperbandingkan dengan kriteria ini maka apabila waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu perkerjaan oleh seorang tenaga kerja mencapai tingkat yang lebih baik dibanding tenaga kerja lain, hal ini berarti telah tercapai peningkatan produktivitas untuk tenaga kerja bersangkutan.

Untuk mencapai waktu yang lebih baik bagi peningkatan produktivitas, akan terbentuk apabila telah terjadi perbaikan cara pencapaian produksi untuk waktu tersebut. Perbaikan cara pencapaian produksi akan terbentuk dari perbaikan metode kerja, peningkatan penggunaan teknologi dan motivasi kerja yang bergantung dari iklim kerja.

Pada hakekatnya produktivitas akan banyak ditentukan oleh dua faktor utama yaitu faktor teknis dan faktor manusia (Wignjosoebroto, 1991)

Faktor manusia yaitu faktor yang mempunyai pengaruh terhadap usaha-usaha yang dilakukan manusia di dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Disini ada dua hal pokok yang menentukan yaitu: kemampuan kerja dan motivasi kerja yang merupakan pendorong ke arah kemajuan dan peningkatan prestasi kerja atas seseorang.

Lebih jelasnya lagi, produktivitas tenaga kerja sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor: pendidikan dan pelatihan (PL), Teknologi (TK), lingkungan kerja/ iklim kejra (LK), tata nilai (TN), derajat kesehatan (DK) dan tingkat upah minimal (TU) sehingga membentuk formulasi sederhana sebagai berikut (Ravianto, 1985):
Produktivitas Tenaga Kerja = f (PL, TK, LK, TN, DK dan TU)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

scroll to top