Biodigester

Sistem Biodigester ada 6 jenis, yaitu:

  1. Continuously Stirred Tank Reactor (CSTR)
  • CSTR umumnya berbentuk silinder yang terbuat dari bahan beton atau logam dengan rasio tinggi terhadap diameter yang kecil
  • CSTR beroperasi pada suhu mesofilik atau termofilik
  • CSTR menggunakan sistem pengadukan mekanik, hidrolik maupun injeksi gas

 

Karakter CSTR

  • Dapat memproses campuran dari berbagai jenis limbah
  • Digunakan untuk limbah dengan kandungan padatan 3-10%
  • Memerlukan biaya modal dan operasional yang tinggi dibanding kolam tertutup
  • Kondisi operasi perlu stabil
  • HRT sekitar 20-40 hari
  • Produksi energinya lebih baik dari kolam tertutup

 CSTR

Gambar 6. Reaktor CSTR

Sumber: www.biothane.com

  1. Kolam Tertutup

Kolam anaerobik pada prinsipnya adalah kolam tertutup yang dilengkapi dengan mekanisme pengadukan. Kolam digunakan untuk menangani limbah dengan kandungan padatan < 3% dan beroperasi pada suhu mesofilik

 


 

Karakter Kolam Tertutup

  • Kolam anaerobik atau kolam tertutup merupakan kolam yang dilengkapi dengan membran pentutup yang kuat untuk menyimpan gas
  • Kolam anaerobik memiliki kontak bakteri ke substrak yang kurang baik dengan tingkat pengolahan yang rendah
  • HTR antara 20-90 hari
  • Membutuhkan area yang besar
  • Investasi lebih rendah dibanding CSTR untuk kapasitas pengolahan limbah yang sama
  • Sebelum proses penguraian dilakukan perlu dihilangkan padatan berserat di dalam limbah

kolam anaerobic

Gambar 7. Kolam Anaerobik

PT Sahabat Mewah dan Makmur (ANJ Agri) di Kecamatan Dendang, Belitung Timur.

Kapasitas 1,2 MW

 

  1. Filter Anaerobik

Filter anaerobik menggunakan “carrier” yang terbuat dari plastik. Carrier terbuat dari plastik tempat mikroorganisme aktif melekat dan mencegah terdorong keluar dari system. Filter anaerobik dapat menghasilkan kandungan methana hingga 85%

filter anaerobic

Gambar 8. Filter Anaerobik

 

  1. Fluidized and Expanded Beds

Fluidized and expanded bed bekerja dengan cara mikroorganisme menarik partikel-partikel kecil sehingga membentuk koloni.Sistem ini memiliki aliran kuat ke atas yang menyebabkan partikel-partikel mengambang sehingga mikroorganisme melakukan kontak dengan substrat

Fluidized and Expanded Beds

Gambar 9. Fluidized and Expanded Beds

 

 

  1. Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB)

Reaktor Upflow Anaerobic Sludge Blanket memungkinkan mikroorganisme tumbuh secara berkelompok sehingga mikroorgganisme tetap berada dalam reaktor meskipun arus substrat yang masuk cukup kuat. Sistem ini memompakan limbah masuk ke dalam reaktor dengan cukup kencang sehingga terjadi proses pengadukan dan terjadi kontak antara mikroorganisme dengan substrat.

UASB Tank

Gambar 10. UASB Tank

 

  1. Expanded Granular Sludge Bed (EGSB)

Reaktor Expanded Granular Sludge Bed mirip dengan reaktor UASB tetapi dengan tingkat kecepatan aliran ke atas yang lebih tinggi untuk memungkinkan air limbah melewati tumpukan lumpur.

Reaktor EGSB cocok untuk konsentrasi COD kurang dari 1 sampai 2 g COD/l atau untuk air limbah yang mengandung partikel tersuspensi yang tidak mudah terbiodegradasi

 

Diantara keenam jenis Biodigester diatas, yang paling sering digunakan pada pabrik biogas POME adalah

  • Pengolahan POME biasanya menggunakan CSTR atau kolam tertutup.
  • Kelebihannya:
    • Dapat menangani limbah dengan kandungan padatan dan minyak yang tinggi
    • Relatif mudah dioperasikan dan dipelihara
    • Lebih ekonomis
  • Kelemahan Filter anaerobik, fluidized bed, UASB atau EGSB:
    • Sulit untuk melakukan pengolahan yang memiliki kandungan padatan dan minyak yang tinggi seperti POME
    • Kalaupun bisa, maka kandungan minyak dan padatan yang tinggi perlu dihilangkan dengan cara menambah fasilitas pengolahan awal. Dampaknya sistem pengolahan limbah tersebut akan menghasilkan biogas yang lebih sedikit

 

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

scroll to top